Islam Dan Teknologi

Mengenal 7 Startup ‘Halal’ di Berbagai Negara, dari Fintech Sampai Perjodohan

By Vina Insyani

Ilustrasi aplikasi SalamWeb. (Foto: dok. Muslim Council of Hong Kong/Index)

Uzone.id -- Sektor industri produk halal secara global, khususnya di Asia, Timur Tengah, dan Afrika semakin berkembang pesat dengan target masyarakat Muslim yang tersebar di penjuru dunia. Pertumbuhan serta potensinya kini semakin diperhitungkan dan terus menjangkau kawasan dunia.

Analisis dari International Market Analysis Research and Consulting (IMARC) Group pada 2020 memaparkan, ekonomi halal global diperkirakan akan mencapai nilai USD2,6 triliun pada tahun 2023. Hal ini kemudian berdampak positif bagi pelaku startup di sejumlah negara.

Yup, para pengusaha dan investor melihat startup produk halal sebagai peluang yang menjanjikan. Yuk, kenalan dengan startup-startup halal dari berbagai negara yang menggunakan syariah Islam sebagai landasan perusahaan mereka.

WhatsHalal
Aplikasi yang didirikan di Singapura pada tahun 2017 ini menyediakan data jaminan untuk industri makanan dan minuman halal. Startup ini memiliki platform Assurance and Traceability Management System (ATeMS) untuk mempermudah proses dalam mendapatkan sertifikat halal, sekaligus membantu meningkatkan efisiensi keuangan bisnis halal.

Adanya startup ini didorong karena regulasi mengenai industri halal yang dianggap ribet serta menyedot tenaga dan waktu.

Baca juga: Aplikasi Umma, Temani Khatam Al-Quran Saat Ramadan

Wahed
Didirikan di New York pada 2015, Wahed menjadi platform investasi syariah pertama di dunia dan mengedepankan prinsip-prinsip Islam dalam investasinya. Hingga saat ini, Wahed telah tersebar di lebih dari 100 negara dan telah mendapatkan pendanaan hingga USD40 juta sepanjang tahun 2020. Wahed juga sudah mulai merambah Asia Tenggara dengan hadir di Malaysia pada 2019.

ALAMI
Alami Funding Syariah merupakan startup yang didirikan di Indonesia. Startup ini memberikan layanan pengembangan dana dengan aman dan sesuai ketentuan syariah di bawah pengawasan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hingga saat ini, Aplikasi ALAMI sudah diunduh lebih dari 10 ribu kali dengan rating yang cukup tinggi, yaitu 4,6 bintang.

Evermos
Evermos hadir sebagai platform social commerce yang berbasis syariah dengan tujuan untuk berkontribusi pada ekonomi masyarakat. Tak hanya itu, Evermos juga bertujuan untuk menjadi penggerak ekonomi bagi komunitas Muslim. Platform ini memfasilitasi akses pelatihan dan transaksi sesuai fiqih Islam bagi pemilik serta reseller produk halal dan syariah.

SalamWeb
Startup asal Dubai ini didirikan pada 2017. SalamWeb merupakan browser yang dikhususkan bagi para Muslim untuk mendapatkan pengalaman menjelajah internet yang aman dan menyenangkan dengan nilai-nilai agama di dalamnya.

Didesain untuk Android, SalamWeb mengambil prinsip Muslim untuk diwujudkan dalam dunia digital. Fitur serta produk dalam platform ini sesuai dengan keyakinan Islam dan telah disertifikasi badan independen yang dihormati sebagai hukum syariah.

Baca juga: Anousheh Anshari, Wanita Muslim Pertama yang Terbang ke Luar Angkasa

Amanna
Didirikan di Indonesia, Amanna hadir sebagai instrumen alternatif untuk pendanaan syariah dan merupakan fintech syariah pertama yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Tahun 2020 lalu, Amanna sudah merambah ke pasar internasional seperti Malaysia, Brunei, dan Dubai.

Muzmatch
Aplikasi kencan khusus Muslim ini didirikan di London pada tahun 2014. Muzmatch dianggap sebagai aplikasi perjodohan global bagi Muslim pertama di dunia. Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk mempertemukan pasangan bagi para Muslim.

Aplikasi ini memiliki slogan ‘You Had Me At Halal’ dan ‘Halal, apakah saya yang Anda cari?’, slogan ini menekankan bahwa aplikasi tersebut meminta penggunanya agar tetap berada dalam garis halal.

Selama 2020, startup ini telah memfasilitasi 60 ribu lebih pernikahan Muslim di dunia sejak awal berdiri.