YouTube Shopping ‘Laris’ di RI, Konten Belanja Naik 400 Kali
Uzone.id — Sebagai salah satu cara untuk menyaingi social commerce seperti TikTok, YouTube mencoba peruntungan dengan merilis fitur afiliasi YouTube Shopping di Indonesia pada Oktober 2024 lalu.
Menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang membawa program afiliasi belanja ke platform ini, YouTube mengungkap bahwa pertumbuhan fitur ini semakin melonjak naik.
Salah satu temuan yang diumumkan YouTube adalah waktu menonton konten belanja yang naik lebih dari 400 persen atau 5 kali lipat dalam kurun waktu setahun belakangan.
“Indonesia itu jadi negara ketiga dari seluruh dunia di mana video ini diluncurkan, karena kami percaya di Indonesia ini potensinya luar biasa besar. Nah, apa sih update-nya sejak kami luncurkan 1 tahun yang lalu? Ternyata responnya audiensi ini sangat positif di Indonesia,” kata Veronica Utami, Country Director Google Indonesia dalam acara Press Briefing YouTube Festival, Rabu, (06/11).
Ia melanjutkan bahwa antusiasme masyarakat Indonesia sangat besar dengan potensi yang juga besar. Lonjakan besar ini juga datang dari hubungan unik antara kreator dan penonton.
Kenaikan YouTube Shopping ini juga sejalan dengan peningkatan total waktu menonton YouTube di Indonesia yang tumbuh 20 persen dari tahun ke tahun, mengukuhkan platform ini sebagai pilihan video harian utama masyarakat.
Dibandingkan dengan negara lain, Veronica menyebut bahwa Indonesia merupakan pasar yang cukup kuat. Hal ini yang mendorong YouTube untuk merilis fitur Shopping lebih awal di Indonesia dibandingkan dengan negara lain.
“Saat ini Indonesia masuk Top Country untuk YouTube Shopping, bahkan di atas Top 10,” tambahnya.
Tidak hanya dalam sisi watch time, dari sisi e-commerce Shopee yang menjadi partner YouTube Shopping juga merasakan efeknya.
Dalam sembilan bulan pertama, jumlah video dengan tanda produk naik 5 kali dan jumlah produk yang direkomendasikan meningkat 4 kali, apalagi sekarang satu video bisa menandai sampai 60 produk.
Pertumbuhan ini paling kuat di kategori Muslim Fashion, Mom and Baby, Mobile & Tablet, dan Home Living. Semua proses tetap berada dalam standar keamanan tinggi, karena fitur afiliasi hanya tersedia untuk kreator dalam YouTube Partner Program, sehingga pengalaman belanja tetap aman.
“Program afiliasi YouTube Shopping telah membantu kreator membuka aliran pendapatan baru,” tambah Veronica.
Melihat pertumbuhan ini, YouTube juga resmi menggandeng Lazada sebagai partner YouTube Shopping mereka selain Shopee. Nantinya kreator bisa menyematkan link produk dari dua e-commerce tersebut untuk menambah fleksibilitas pengguna.
“Hari ini, kami sangat gembira mengumumkan bahwa kami memperluas ekosistem kami untuk mencakup mitra e-commerce baru seperti Lazada,” ujar Veronica.
Ia melanjutkan, “Jadi, pilihannya lebih beragam dan juga pastinya audiens Shopee dan Lazada itu mungkin ada perbedaan. Jadi, kita menjawab tipe audiens atau konsumen yang berbeda juga.”