Yamaha Mulai Jengah, Fabio Quartararo Disebut Kebanyakan Komplain
Uzone.id - Yamaha mulai jengah sama pembalapnya yakni Fabio Quartararo yang terus mengeluh terkait pengembangan motor baru mereka. Pada akhirnya, Kepala Tim Yamaha MotoGP, Paolo Pavesio, turut mengomeli Quartararo di media.
Paolo Pavesio mengatakan keluhan Fabio Quartararo yang terus menerus memberikan keluhan akan Yamaha V4 sama sekali "tidak membantu komitmen perusahaan".
Dalam wawancara dengan Speedweek, sepertinya kesabaran Pavesio mulai menipis dalam menghadapi keluhan demi keluhan dari Fabio Quartararo.
"Dari sudut pandang manusia, saya memahami rasa frustasi yang terkandang Anda rasakan. Tapi kami semua prfoeional dan ebrada di posisi yang sama. Kami menawarinya kesempatan untuk membalap di Yamaha, dan dia menerimanya," ujar Pavesio dikutip dari Crash.
"Terlalu banyak mengeluh di depan umum tidak membantu komitmen perusahaan," lanjutnya.
Yamaha memang tengah menjalani beberapa tahun yang sulit di MotoGP. Bahkan kebuntuan dari pabrikan Jepang itu membuat mereka merencanakan jalur baru untuk bisa bersaing dengan mengembangkan proyek V4 baru, meninggalkan inline four.
Di sesi tes resmi Valencia, Yamaha juga sudah mengumumkan kalau mereka akan menggunakan motor V4 baru mereka di MotoGP 2026. Motor ini sudah dites tiga kali oleh Augusto Fernandez dalam balapan sesungguhnya sebagai wild card.
Proyek V4 diharapkan dapat membawa Yamaha kembali ke barisan depan balapan. Selain itu, proyek ini juga digagas untuk meyakinkan Fabio Quartararo untuk tetap di Yamaha setelah tahun 2026.
Sementara dari hasil tes Valencia kemarin, Quartararo sudah mencatatkan waktu yang paling cepat dengan Yamaha V4 dibandingkan motor empat silinder mereka yang lama.
Padahal Yamaha V4 yang digunakan Quartararo, masih belum menggunakan potensi mesinnya 100 persen. Namun pembalap asal Prancis itu masih belum memberikan pujian alias belum puas dengan motor barunya.
"Motornya jelas jauh lebih cepat dalam satu putaran, sebagian berkat Fabio. Sepeda motor ini juga lebih cepat saat sprint dan sedikit lebih cepat saat balapan jarak jauh. Namun semakin sulit perlombaannya, semakin besar pula penderitaan yang kita alami," jelas Pavesio.
Perlu diketahui, Fabio Quartararo dengan Yamaha mengakhiri tahun 2025 dengan motor empat silinder yang digunakan hanya menduduki posisi kesembilan di klasemen akhir dengan 201 poin.
Meski di klasemen akhir, namun Quartararo menjadi pembalap Yamaha dengan poin paling tinggi, lebih unggul 122 poin dari pembalap terbaik Yamaha berikutnya yakni Jack Miller dari Pramac.
Pembalap dengan nomor balap 20 itu menempati posisi pole sebanyak lima kali di tahun 2025 ini dan meraih podium grand prix di Jerez. Quartararo juga hampir mendapat kemenangan di Inggris jika tidak ada masalah pada perangkat ketinggian.