XLSmart Ngebut Integrasi Jaringan, 70 Persen Site Sudah Rampung
Uzone.id – Integrasi pasca merger antara XL Axiata dan Smartfren mulai menunjukkan proses yang signifikan. PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) mengungkap sekitar 70 persen site jaringan telah berhasil terintegrasi hingga akhir 2025.
Percepatan integrasi jaringan tersebut menjadi salah satu fokus utama perusahaan pasca merger untuk memperkuat kualitas layanan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperluas pengalaman digital pelanggan di Indonesia.
Progres tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) XLSmart Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (20/5).
Selain integrasi jaringan, XLSmart juga mencatat pencapaian sinergi sebesar USD252 juta sepanjang periode kuartal kedua hingga kuartal keempat 2025. Angka tersebut disebut melampaui ekspektasi awal perusahaan.
Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, mengatakan bahwa 2025 menjadi fase penting dalam membangun fondasi transformasi pasca merger perusahaan.
”Tahun 2025 menjadi periode penting bagi XLSmart dalam membangun fondasi transformasi pasca merger. Dukungan pemegang saham melalui RUPST ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik, memperkuat kualitas jaringan, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Rajeev Sethi.
Integrasi jaringan menjadi salah satu langkah paling krusial dalam proses penggabungan XL Axiata dan Smartfren. Lewat integrasi tersebut, XLSmart ingin menciptakan jaringan yang lebih efisien dan terintegrasi untuk mendukung kebutuhan trafik data yang terus meningkat.
Perusahaan menyebut integrasi site yang sudah mencapai sekitar 70 persen menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas jaringan dan memperluas cakupan layanan digital pelanggan.
Selain mempercepat integrasi, XLSmart juga terus memperluas jaringan 5G di berbagai kota di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan menghadirkan konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan seamless.
Ekspansi 5G tersebut sekaligus memperkuat posisi XLSmart di industri telekomunikasi nasional, termasuk lewat pengakuan internasional dari Ookla Speedtest Awards untuk pengalaman jaringan 5G terbaik di Indonesia.
Tak hanya fokus pada jaringan, proses merger juga mulai berdampak positif terhadap performa bisnis perusahaan.
Sepanjang 2025, XLSmart mencatat pendapatan sebesar Rp42,49 triliun atau tumbuh 23 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, normalized EBITDA perusahaan mencapai Rp20,14 triliun atau naik 13 persen secara tahunan. Laba bersih yang dinormalisasi juga melonjak 63 persen menjadi Rp3 triliun.
Perusahaan menyebut pertumbuhan tersebut didorong sinergi pasca merger yang mulai berjalan efektif, terutama dalam efisiensi operasional, optimalisasi jaringan, dan peningkatan kualitas layanan pelanggan.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025 termasuk pengesahan laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit.
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan sebagai auditor eksternal untuk tahun buku 2026 serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
Ke depan, XLSmart menegaskan akan terus melanjutkan transformasi bisnis pasca merger secara bertahap dan berkelanjutan.
Perusahaan juga berencana terus memperkuat jaringan, mempercepat integrasi infrastruktur, meningkatkan efisiensi operasional, hingga menghadirkan layanan digital yang lebih relevan untuk pelanggan dan dunia usaha di Indonesia.
Dengan progres integrasi yang semakin cepat dan ekspansi jaringan 5G yang terus berjalan, XLSmart kini berada dalam fase penting untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia pascamerger XL Axiata dan Smartfren.