Digilife

Xbox Kena Getah PHK Usai Microsoft Pangkas 4.800 Karyawan

Vina Insyani
Xbox Kena Getah PHK Usai Microsoft Pangkas 4.800 Karyawan

Uzone.id — Perubahan besar-besaran sedang dialami oleh Microsoft dan anak perusahaannya. Raksasa teknologi ini dikabarkan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar.

Kali ini, Microsoft dilaporkan telah memangkas sekitar 4.800 karyawan, atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerjanya di seluruh dunia.

Dari jumlah tersebut, divisi Xbox menjadi salah satu yang paling terdampak dimana lebih dari 1.600 posisi langsung dihapus sebagai bagian dari restrukturisasi Microsoft.

Dalam memo internal kepada karyawan, Executive Vice President Microsoft, Amy Coleman, mengatakan perubahan ini dilakukan agar perusahaan bisa lebih fokus pada area bisnis yang dinilai mampu memberikan pertumbuhan jangka panjang di tengah industri yang terus berubah.




“Perusahaan tidak bisa memilih apakah industrinya akan berubah atau tidak, mereka hanya bisa memilih apakah mereka ikut berubah mengikuti perubahan itu atau tidak,” katanya dikutip dari BBC, Rabu, (08/07).

Coleman menegaskan kalau para pekerja ini akan langsung digantikan oleh AI tapi menurutnya, AI memang mulai mengubah cara pekerjaan dilakukan di berbagai lini bisnis.

"Yang jelas, AI memang sedang mengubah cara pekerjaan dilakukan," lanjutnya.

Dampak paling besar dari kebijakan ini dirasakan oleh Xbox di tengah huru-hara divisi game ini yang mau menghilangkan disk fisik untuk beberapa judul game mereka.

CEO Xbox yang baru, Asha Sharma, menyebut perusahaan kini tengah menjalani restrukturisasi terbesar sepanjang sejarah divisi gaming tersebut.

“Kami sedang memulai restrukturisasi paling signifikan dalam sejarah Xbox,” kata Sharma dalam pesan kepada karyawan.

Selain pengurangan ribuan karyawan, Microsoft juga akan memisahkan empat studio pengembang game dari organisasi Xbox, yakni Compulsion Games, Double Fine Productions, Ninja Theory, dan Undead Labs.

Sharma mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat bisnis diviisi game mereka.



“Perubahan ini demi masa depan yang lebih besar bagi Xbox,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan perlu melakukan perubahan agar tetap relevan di tengah perkembangan industri game yang kini semakin bergeser ke platform lintas perangkat, layanan cloud, dan model berlangganan.

Dengan perubahan ini, Xbox juga akan menaungi studio pengembang Minecraft, Mojang, dan pengembang Candy Crush, King. Sementara itu, Double Fine dan Compulsion Games akan kembali menjadi studio independen. Menariknya, kedua studio tersebut juga tetap membawa hak kekayaan intelektual (IP) atas game yang mereka kembangkan.

PHK terbaru ini terjadi ketika industri game global masih menghadapi tekanan dalam beberapa tahun terakhir.

Sepanjang 2024, Microsoft telah memangkas lebih dari 2.000 karyawan di Xbox dan menutup empat studio game setelah mengakuisisi Activision Blizzard. Tak lama berselang, perusahaan juga mengumumkan rencana memangkas hingga 9.000 posisi seiring meningkatnya investasi Microsoft di bidang AI.