Automotive

Wuling Harap Insentif Mobil Listrik Lanjut demi Ekosistem Berkembang

Bagja Pratama
Wuling Harap Insentif Mobil Listrik Lanjut demi Ekosistem Berkembang

Uzone.id - Sejumlah pabrikan mobil yang sudah menjual mobil listrik di Tanah Air, seperti Wuling, mulai angkat suara terkait kesimpang-siuran kelanjutan insentif mobil listrik tahun depan.

Seperti kita tau, 31 Desember 2025 merupakan batas waktu terakhir mobil-mobil listrik mendapatkan insentif dan nasibnya untuk tahun depan masih belum diputuskan.



Insentif tersebut bisa dimanfaatkan sejumlah produsen yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan. 

Mobil listrik Wuling yang diproduksi di dalam negeri memenuhi ketentuan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang ditetapkan pemerintah yakni minimal 40 persen. 

Adapun dengan keberadaan insentif, harga mobil listrik Wuling jadi lebih murah. Diharapkan bisa mengerek penjualan.

Product Communication Manager Wuling Motors, Robertus Danang Wiratmoko mengakui hal tersebut menjadi perhatian Wuling Indonesia. 

Wuling berharap ada kebijakan yang mampu menjaga perkembangan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

"Harapan kami sih semoga insentif tetap dilanjutkan. Diperketat insentifnya boleh aja, tapi tidak nol banget. Kami tahu pemerintah tengah memperketat pengeluaran, itu tidak masalah. Tapi Tetap ada-lah insentifnya," ucap Danang disela sesi Media Drive Wuling Darion.

Harapan Wuling Indonesia agar pemerintah tetap memberikan insentif kepada seluruh kendaraan ramah lingkungan, baik kendaraan listrik, hybrid, atau Plug-In hybrid, bukan tanpa alasan. 

Menurut Wuling ini sekaligus bisa membantu pabrikan dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Tak cuma itu, emisi pun bisa lebih efektif ditekan.

"Karena sudah banyak yang kami lakukan, untuk membangun industri kendaraan listrik, seperti membangun ekosistem, SPKLU, terlebih jika memang tujuannya zero emission. Sehingga insentif dari pemerintah menjadi hal penting," beber Danang.



Untuk diketahui, saat ini Wuling, Hyundai, MG, Chery, dan Neta hanya dikenakan PPN 12 persen. 

Sebab, mobil-mobilnya mengikuti program Low Emission Carbon Vehicle yang dicanangkan pemerintah. 

Alhasil, mobil keluaran Wuling hingga Chery itu bisa mendapat insentif PPN 10 persen dari pemerintah. Dengan demikian PPN yang dikenakan hanya 2 persen.