Digilife

WFH Selama Lebaran Bikin Perangkat Rentan, Simak Cara Hindarinya

Vina Insyani
WFH Selama Lebaran Bikin Perangkat Rentan, Simak Cara Hindarinya

Uzone.id — Sebuah laporan dari Kaspersky mencatat bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak mengalami serangan siber. Hal ini dibuktikan dengan jumlah upaya serangan pada perangkat pekerjaan yang mencapai hampir 40 juta sepanjang 2025 kemarin.

Kaspersky mencatat terdapat 39.718.903 insiden lokal pada komputer milik pengguna mereka di Indonesia sepanjang periode Januari hingga Desember kemarin. Ini setara dengan lebih dari 108 ribu insiden per hari.

Berdasarkan data ini, Indonesia menempati posisi ke-71 secara global dengan serangan paling banyak.

Kaspersky menemukan bahwa file-file berbahaya menginfeksi komputer pengguna dengan jenis worn serta virus file. Dua jenis ini biasanya menyebar dan disebabkan oleh kegiatan melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD, serta metode-metode offline lainnya.




Dampaknya, perangkat yang terinfeksi bisa dikendalikan secara jarak jauh dan penjahat bisa mencuri data-data penting milik pengguna perangkat–termasuk data penting perusahaan.

Salah satu pemicu dari serangan siber ini antara lain musim liburan yang mengharuskan pekerja untuk bekerja di mana saja alias WFA. Pasalnya, di momen ini banyak pengguna yang menggunakan perangkat kerja di berbagai tempat dengan keamanan yang lemah termasuk koneksi sembarangan.

Untuk menghindari hal tersebut, Kaspersky pun mengingatkan pengguna untuk mengikuti langkah-langkah ini:

Bagi perusahaan, saat bekerja dari rumah, karyawan akan menggunakan jaringan rumah dan koneksi internet mereka. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengedukasi karyawan cara mengkonfigurasi router nirkabel dan firewall pribadi mereka serta menjaga keamanan jaringan rumah mereka.




Bagi karyawan, jangan lupa untuk perbarui perangkat lunak di semua perangkat untuk mencegah penyerang mengeksploitasi kerentanan dan menyusup ke jaringan organisasi.

Jangan lupa juga cadangkan data secara teratur dan pastikan data tersebut dapat diakses dengan cepat saat dibutuhkan atau dalam keadaan darurat, hingga gunakan solusi keamanan yang kompleks, yang menggabungkan perlindungan titik akhir dan fitur respons insiden otomatis.