Waspada, Kode QR Pakai Teknik 'ASCII Art' Bisa Lolos Sistem Keamanan
Uzone.id – Peneliti keamanan
siber Kaspersky kembali mengungkap metode penipuan daring baru yang menggunakan
kode QR berbahaya.
Berbeda dari teknik biasanya yang menggunakan gambar, pelaku
kini membuat kode QR menggunakan rangkaian karakter teks atau yang dikenal
sebagai ASCII art.
ASCII art ini kemudian dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menyembunyikan kode QR berbahaya.
Temuan ini muncul setelah Kaspersky mencatat peningkatan signifikan serangan phishing berbasis kode QR. Pada paruh kedua 2025, jumlah serangan QR phishing yang terdeteksi meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Kaspersky, penggunaan karakter teks untuk membentuk
kode QR menjadi cara baru buat pelaku untuk melewati sejumlah sistem keamanan
email yang biasanya men-scan gambar atau tautan mencurigakan.
Akibatnya, email berbahaya masih bisa lolos dari proses
deteksi dan sampai ke kotak masuk korban.
Teknik ini sebenarnya bukan sebuah teknik yang sepenuhnya
baru. Di era awal komputer, gambar sering dibuat menggunakan kombinasi karakter
teks karena perangkat saat itu belum mampu menampilkan grafis secara
penuh.
Bahkan, di tahun 2000-an, pengirim spam sudah menggunakan
gambar yang dibuat dari simbol teks dimana mereka memakai grafik berbasis teks
untuk menghindari mekanisme deteksi yang menganalisis gambar untuk URL
tersembunyi.
Dalam skenario serangan yang ditemukan Kaspersky, korban
menerima email yang tampak berasal dari mitra bisnis atau layanan
penandatanganan dokumen digital.
Email tersebut menginformasikan adanya dokumen rahasia yang
perlu ditinjau atau ditandatangani, lalu meminta penerima memindai kode QR yang
disusun dari karakter teks.
Setelah dipindai, korban diarahkan ke situs web palsu yang menyerupai layanan resmi. Di halaman tersebut, pengguna diminta memasukkan kredensial perusahaan seperti alamat email dan kata sandi, yang kemudian dapat dicuri oleh pelaku.
Pakar Anti-Spam Kaspersky, Roman Dedenok, mengatakan para
pelaku terus mencari cara untuk menghindari teknologi keamanan yang ada.
“Ketika kode QR dibentuk menggunakan seni ASCII tekstual,
hampir pasti itu adalah upaya phishing atau umpan ke URL berbahaya. Trik ini
hanya memiliki satu tujuan: melewati teknologi keamanan,” kata Roman.
Ia menambahkan, "Sebelumnya kita telah melihat pelaku
phishing mencoba menghindari pemindaian tautan dengan menyembunyikan URL dalam
gambar. Sekarang mereka mencoba menghindari pemindaian berbasis gambar dengan
kembali ke teks – kali ini untuk menampilkan kode QR.”
Ia pun menghimbau masyarakat untuk waspada jika menemukan
kode QR yang meminta login menggunakan akun perusahaan melalui perangkat
seluler karena hal itu patut dicurigai sebagai upaya phishing.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memverifikasi keaslian
email, tidak sembarangan memindai kode QR dari sumber yang tidak dikenal, serta
memastikan alamat situs tujuan sebelum memasukkan informasi pribadi atau data
akun