Automotive

Waspada Kelelahan, Pelajaran dari Tabrakan Beruntun Bus PO Haryanto

Bagja Pratama
Waspada Kelelahan, Pelajaran dari Tabrakan Beruntun Bus PO Haryanto

Uzone.id - Insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan Bus PO Haryanto dan lima mobil pemudik di Tol Batang menjadi pengingat serius bagi seluruh pengemudi, khususnya operator bus, tentang bahaya kelelahan di jalan raya.

Peristiwa ini terjadi di ruas Tol Batang KM 361+600 jalur A, tepatnya di wilayah Desa Gondang, Kecamatan Subah. 



Bus PO Haryanto dengan nomor polisi S 7428 UN menabrak lima kendaraan pemudik yang semuanya melaju dari arah Jakarta menuju Semarang. 

Menurut Kasatlantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, bus tersebut pertama kali menabrak mobil Wuling Alvez yang berada di depannya. 

Setelah tabrakan pertama, bus oleng ke kanan dan kembali menghantam kendaraan lain di jalur yang sama.

Total lima mobil pemudik yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah Wuling Alvez (B 1556 RZR), Dua unit Toyota Innova (F 1434 QJ dan B 2387 EGX), Suzuki XL7 (S 1599 CF), mobil listrik Chery (B 1194 BDV).

Beruntung, kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa, meskipun satu orang dilaporkan mengalami luka ringan.

Meskipun penyebab pasti kecelakaan masih didalami, dugaan kuat mengarah pada hilangnya kendali sopir bus. Kondisi jalan saat kejadian dilaporkan lurus dan datar, dengan cuaca cerah dan arus lalu lintas sedang.

Menanggapi hal ini, Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menilai sopir bus kemungkinan besar mengalami kelelahan ekstrem. 

"Jadwal perjalanan bus yang padat selama musim mudik sering kali memicu pengemudi kehilangan fokus, bahkan mengemudi dalam kondisi mengantuk atau "tidur."," ujar Sony ketika dihubungi Uzone.id

Sony menambahkan bahwa suasana jalan tol yang monoton, lurus, dan ditambah kondisi terik dapat memperburuk kelelahan pengemudi. 

Kondisi ini membuat pengemudi bus gagal membaca potensi bahaya atau hambatan di depannya, yang berujung pada tabrakan.



Dari insiden ini, pelajaran penting yang ditekankan oleh pakar keselamatan adalah pentingnya istirahat maksimal. 

Sony Susmana mengingatkan bahwa pengemudi wajib untuk berkendara maksimal 3 jam sebelum melakukan pergantian dengan pengemudi cadangan (back to back). 

Kepatuhan terhadap aturan waktu istirahat dan berkendara ini menjadi kunci untuk mencegah kecelakaan fatal, terutama di tengah kepadatan arus mudik.