Waspada Iklan Palsu VPN KlikBCA di Google, Nasabah Bisa Kena Tipu
Uzone.id — Modus penipuan
menargetkan nasabah Bank kembali terjadi. Sebuah modus penipuan mengatasnamakan
layanan VPN KlikBCA Bisnis muncul di halaman utama Google Search dan
berpura-pura menjadi situs resmi dari layanan bank tersebut.
Hal ini diungkap oleh pakar siber dari Vaksincom, Alfons
Tanujaya yang menemukan adanya iklan di Google yang mengarahkan pengguna ke
situs palsi.
“Jika Anda search VPN BCA dan Anda klik iklan tersebut maka anda akan diarahkan ke situs palsu yang akan menginisiasi koneksi VPN KlikBCA bisnis palsu dan meminta Anda memasukkan corporate ID dan user id,” kata Alfons dalam keterangannya, Senin, (26/01).
Hampir mirip dengan nama situs asli ketika dilihat sekilas tanpa teliti dengan nama “vpn klikbca com”. Alfons pun menghimbau Google untuk melakukan investigasi pada iklan penipuan satu ini.
“Gilanya lagi, mereka bahkan pasang iklan di Google seperti
ini. Harusnya Google menginvestigasi dengan serius dan mencegah hal ini
berulang kalau mau orang percaya lagi dengan Google yang makin hari makin
ditinggalkan karena jadi sarang iklan scammer dan phising,” ujarnya.
Dalam penipuan ini, ketika pengguna masuk ke situs tersebut,
penjahat akan meminta korban untuk login di situs yang menampilkan antarmuka
seakan-akan VPN sudah terkoneksi. Kalian akan diminta untuk memasukkan
corporate ID, user ID dan KeyBCA Response sebanyak dua kali.
Satu kali ketika login dan satu lagi ketika penipu hendak
melakukan aksi mereka dibalik layar.
“Sebenarnya pada saat ini kredensial KlikBCA Bisnis Anda
sudah berhasil dicuri. Lalu penipu menampilkan layar palsu seakan-akan meminta
password baru. Padahal di belakang layar ID yang anda masukkan tadi sedang
digunakan untuk login ke situs klikbca bisnis yang sebenarnya,” kata Alfons.
Alfons menyebut bahwa permintaan memasukkan password ini
hanya mengulur waktu atau mencegah kecurigaan dari korban.
“Bahkan situs phishing ini juga sudah dipersiapkan
mengidentifikasi kalau password barunya tidak sama. Cukup serius codingnya,”
jelas Alfons.
Proses intinya terjadi disini, setelah korban memasukkan password baru, korban akan diarahkan ke langkah puncak, penipu bahkan siap-siap dan menyamar sebagai customer service BCA untuk meminta KeyBCA apply 1 dan apply 2.
Jika tidak melakukan permintaan ini, korban akan ditakut-takuti, salah satunya akun mereka yang terancam diblokir atau hal lain yang bertujuan supaya korbannya menuruti kemauan penipu.
“Nah disinilah kuncinya, anda akan diminta mengaktifkan
keyBCA dan memasukkan angka,” jelas Alfons.
Ketika semua kredensial telah didapat, penipu langsung
mengirimkan saldo dari isi rekening korban ke akun baru yang mereka buat untuk
menerima transfer.
Melihat penipuan yang cukup rapi, Alfons pun menghimbau
nasabah BCA khususnya yang sering menggunakan VPN KlikBCA Bisnis untuk tidak
terpaut pada hasil pencarian teratas di Google Search.
“Jangan percaya hasil Google Search dan simpan alamat
internet banking anda. Ketik sendiri atau simpan di favorites dan akses hanya
dari situs yang anda yakini kebenarannya,” sarannya.
Ia juga meminta Google untuk melakukan tindakan untuk
membasmi iklan-iklan berbahaya di platform mereka.
“Google, please do something, hasil search anda makin hari
makin kacau dan memudahkan dieksploitasi oleh penipu. Kemarin penipu air asia
dan airline lain, hari ini bank,” tuturnya.