Waspada Dampak Erupsi Krakatau, Komdigi: Cari Info dari Sumber Terpercaya
Uzone.id - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) menuntut kesiapsiagaan penuh dari masyarakat. Sebaran abu vulkanik pun telah meluas menjangkau wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.
Erupsi ini membawa dampak nyata berupa pembatalan sejumlah jadwal penerbangan, serta memicu kekhawatiran publik terkait potensi tsunami dan getaran yang sempat terasa di sebagian wilayah Jawa Barat.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, secara tegas meminta masyarakat untuk tidak mudah termakan isu yang belum terverifikasi kebenarannya guna menekan risiko kepanikan.
Menurutnya, penting bagi warga untuk selalu memantau perkembangan kondisi GAK melalui kanal resmi pemerintah seperti PVMBG, BMKG, BNPB, serta pemerintah daerah terkait.
"Pastikan keakuratan informasi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait kebencanaan gunung berapi demi menghindari misnformasi atau misleading yang dapat menyebabkan keresahan," ungkap Meutya dalam keterangan resmi Komdigi.
Ia pun menekankan pentingnya disiplin dalam mengonsumsi berita dengan prinsip saring sebelum menyebarkannya.
"Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Karena itu, saring sebelum sharing. Pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya kembali.
Bagi masyarakat di area terdampak sebaran abu vulkanik, pemerintah telah mengeluarkan panduan keselamatan praktis.
Warga diimbau untuk selalu mengenakan masker jenis N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar rumah untuk meminimalisasi paparan partikel abu.
Selain itu, penggunaan kacamata pelindung sangat disarankan sementara lensa kontak harus dihindari selama kondisi udara belum pulih.
Masyarakat juga diminta untuk membatasi aktivitas di ruang terbuka, mencuci wajah dan tangan seusai berkegiatan, serta memastikan akses air bersih terlindungi dari abu.
Bagi pengguna kendaraan bermotor, kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat abu dapat mengurangi jarak pandang serta membuat permukaan jalan licin.
"Yang paling penting adalah tetap tenang, tetapi jangan mengurangi kewaspadaan. Masyarakat perlu mengikuti arahan dari otoritas terkait dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya," tambah Meutya.
Pemerintah juga menekankan pembatasan akses bagi wisatawan dan nelayan untuk tidak mendekati radius 3 kilometer dari kawah aktif sesuai rekomendasi PVMBG.
Meutya mengingatkan agar masyarakat di sekitar GAK tetap waspada tanpa harus kehilangan ketenangan.
"Tetap waspada, tetap tenang, dan jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya dari mana," jelasnya.
Ia menutup imbauannya dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama. "Keselamatan adalah yang utama. Tidak perlu panik, namun tetap selalu waspada dan menjaga keselamatan serta kesehatan," tutup Meutya.