Automotive

Waspada, Bensin Motor Kecampur Solar Bisa Bikin Turun Mesin

Brian Priambudi
Waspada, Bensin Motor Kecampur Solar Bisa Bikin Turun Mesin

Uzone.id - Baru-baru ini terdapat operator di SPBU Pertamina yang salah memasukan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar ke tangki penyimpanan Pertalite. Akibatnya sejumlah konsumen kebagian bensin Pertalite yang sudah tercampur dengan Biosolar, bagaimana efeknya?

Ferry Nurul Fajar selaku Service Education Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan jika bensin motor tercampur dengan BBM jenis Biosolar maka bisa menimbulkan kerusakan yang membuat motor tidak bisa menyala alias mogok.

"Iya pasti mogok, setelah solar masuk ruang bakar. Solar butuh suhu tinggi buat terbakar sekitar 150 derajat (kompresi tinggi), bensin hanya 40 derajat (pakai busi cukup). Jika BBM tercampur solar, motor pasti sulit hidup, karena solar butuh kompresi tinggi untuk bisa terbakar (angka cetane)," ujar Ferry ketika dihubungi Uzone.id, Rabu (6/8).

Menurut Ferry, jika belum terlanjur maka pemilik motor yang bensinnya tercampur solar maka bisa melakukan beberapa hal untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.



"Pertama kuras tangki. Kedua bersihkan seluruh sistem bahan bakar, termasuk injektor. Ketiga, jika sudah masuk ruang bakar mesin, buka busi dan stater beberapa kali tanpa busi untuk membuang solar di dalam ruang bakar," jelas Ferry.

Namun jika pemilik motor tidak menyadari bensinnya tercampur dengan solar dan dipaksakan hidup, menurut Ferry ada beberapa hal yang bisa terjadi pada mesin.

"Kalau dipaksa hidup, ada kemungkinan (efeknya) mirip water hammer, setang piston bengkok atau ring piston jebol, jangka panjang liner cylinder pasti kena," ungkapnya.

Perlu diketahui, sebelumnya diberitakan SPBU 43.116.12 di Meruya Utara, Jakarta Barat salah mengisi BBM jenis Biosolar ke tangki penyimpanan Pertalite.





Entah disengaja atau tidak, BBM Pertalite yang tercampur Biosolar itupun terjual ke konsumen yang mengisi bensin di lokasi.

"Terjadi kesalahan pengisian dari mobil tangki ke tabung BBM Biosolar masuk ke Pertalite. Itu kesalahan dari pengawas yang melakukan kegiatan tersebut, tidak memindahkan selangnya ke tangki sehingga motor pelanggan mogok," ujar Ramses Sitorus selaku Manajer SPBU 34.116.12 seperti dikutip dari Antara.

Akhirnya beberapa konsumen pun melaporkan adanya kerusakan pada kendaraannya akibat BBM yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan.



Ramses pun memberhentikan semua penjualan BBM pertalite kepad akonsumen dan melakukan pembersihan tangki penyimpanan SPBU alias vakum.

Atas kelalaian tersebut, Ramses mengaku pihaknya siap membayar kerugian atau kerusakan yang dialami pengendara akibat menggunakan BBM Pertalite yang tercampur dengan Biosolar.

Sementara itu PT Pertamina Patra Niaga sebagai distributor BBM, mengaku akan memberikan sanksi dan investigasi terhadap SPBU tersebut.

"SPBU ini adalah SPBU swasta dan sudah kami beri sanksi tegas berupa penutupan sementara untuk investigasi menyeluruh," sebut Area Manager Commnications Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga Susanto August Satria.