Wajib Tahu! Ini Deretan Fitur Baru WhatsApp Bisnis Buat UMKM Indonesia
Uzone.id — WhatsApp
sukses menggelar acara tahunan mereka WhatsApp Business Summit ketiga pada
Selasa, (13/08) kemarin. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara ini menjadi
ajang WhatsApp untuk memperkenalkan deretan inovasi hingga fitur-fitur terbaru
mereka, khususnya untuk sektor bisnis.
Dalam acara yang sama, WhatsApp turut menegaskan kembali komitmennya mendukung pertumbuhan bisnis di Tanah Air lewat fitur dan alat yang bisa membantu pelaku usaha meningkatkan keterlibatan pelanggan dan menghasilkan kinerja bisnis yang lebih optimal.
Pieter Lydian, Country Director Indonesia, Meta, menyatakan bahwa 88 persen masyarakat Indonesia saat ini mengirim pesan ke bisnis setiap minggu, menempatkan Indonesia di posisi terdepan global untuk komunikasi bisnis lewat pesan.
“WhatsApp terus menghadirkan berbagai fitur baru guna
membantu bisnis di berbagai skala, sekaligus memberikan pengalaman yang
personal dan tepat waktu bagi pelanggan,” tambahnya.
Ada beberapa fitur baru yang diumumkan oleh WhatsApp dalam
acara Summit 2025 kemarin, berikut diantaranya:
Upgrade Fitur Panggilan dan Suara
Pengguna WhatsApp Business akhirnya bisa melakukan panggilan
suara dengan pengguna WhatsApp lainnya, termasuk customer.
Pelaku usaha bahkan bisa menghubungi pelanggan setelah
mendapatkan izin terlebih dahulu dari mereka. WhatsApp menjelaskan bahwa fitur
ini bisa memberikan alternatif komunikasi yang lebih efisien dan lancar
dibandingkan saluran layanan pelanggan biasa.
Kedepannya, WhatsApp akan memberikan kemampuan bagi
pelanggan untuk mengirim dan menerima pesan suara, hingga melakukan panggilan
video dengan bisnis melalui platform ini.
Alat Kinerja yang Lebih Efisien
WhatsApp Business juga menghadirkan alat untuk merancang dan
mengelola strategi pemasaran secara lebih efisien di WhatsApp, Facebook, dan
Instagram. Hal ini bisa dilakukan melalui layanan Pengelola Iklan yang telah
terintegrasi sehingga pelaku usaha bisa melakukan berbagai aktivitas pemasaran
dalam platform terpusat.
Nantinya pengguna bisa mengunggah daftar pelanggan lalu
menentukan penempatan pesan secara manual, atau menggunakan Advantage+ berbasis
AI untuk mengatur anggaran secara otomatis di semua saluran guna memaksimalkan
kinerja.
Fitur Baru di Tab Pembaruan
WhatsApp menjelaskan bahwa Tab Pembaruan WhatsApp telah
digunakan lebih dari 1,5 miliar orang setiap harinya, hal ini menunjukkan tren
positif dimana mereka terbilang aktif dalam memperbarui status dan berlangganan
saluran.
Melihat hal ini, WhatsApp pun memberikan wadah untuk
mendukung pertumbuhan bisnis dengan menghadirkan Iklan di Status, Saluran yang
Dipromosikan, dan Langganan Saluran.
Seluruh pembaruan ini akan diluncurkan bertahap dalam
beberapa bulan mendatang.
Bisa Pakai WA Business dan WA Business Platform Bersamaan
Pelaku UMKM kini bisa menggunakan aplikasi WhatsApp Business
secara gratis bersamaan dengan WhatsApp Business Platform tanpa harus mengganti
nomor. Hal ini menjawab kebutuhan pelaku bisnis yang saat ini banyak
menggunakan WhatsApp Business gratis.
Mempermudah Pembaruan Penting
Pembaruan lainnya, WhatsApp kini memberikan kemudahan untuk pelaku bisnis untuk
menyampaikan informasi penting seperti status pengiriman atau biaya kirim
dengan cepat.
Sekarang, pengguna bisa mengirim notifikasi proaktif
mengenai informasi paket dan status pengiriman kepada pelanggan yang meminta
serta mengurangi respon dari agen layanan pelanggan atas pertanyaan umum dan.
Masa Depan Berbasis AI
Tak ketinggalan, Meta juga sedang menguji Business AI di
sejumlah negara, dengan harapan nantinya bisa digunakan oleh pelaku bisnis di
Indonesia.
Teknologi ini nantinya akan membantu menangani percakapan
skala besar, memberi rekomendasi produk, mendukung penjualan di situs bisnis,
dan menjawab pertanyaan pelanggan.
Kehadiran fitur-fitur ini turut diapresiasi oleh Wakil
Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. Menurutnya, kehadiran
WhatsApp ini mampu menjawab tantangan UMKM khususnya yang berada di
daerah-daerah.
“WhatsApp memudahkan UMKM terhubung langsung dengan
konsumen, meningkatkan produktivitas, memperkuat perekonomian pelaku UMKM,
sehingga nantinya akan berdampak dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi
nasional,” tuturnya.