Automotive

Wajib Safety Driving, Apa Saja yang Perlu Diantisipasi Pemudik?

Brian Priambudi
Wajib Safety Driving, Apa Saja yang Perlu Diantisipasi Pemudik?

Uzone.id - Lebaran yang indentik dengan perjalanan mudik ke kampung halaman. Tradisi ini seringnya melakukan perjalanan jauh, sehingga bagi pengemudi perlu mengantisipasi beberapa hal agar selamat.

Jusri Pulubuhu, seorang pakar keselamatan berkendara dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) memberikan penekanan pada beberapa hal penting yang harus diantisipasi oleh pemudik kendaraan pribadi. Menurutnya, pengalaman pulang kampung di Indonesia memiliki karakter yang khas dan unik.

"Karakter perjalanan mudik di Indonesia ini ada tiga, seperti waktu, kondisi yang lelah hingga membawa barang yang berlebih," ujar Jusri di Jakarta, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan bahwa durasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kampung halaman dengan kendaraan roda dua maupun roda empat saat menjelang perayaan Idul Fitri cenderung jauh lebih lama jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.



Penambahan waktu tempuh ini biasanya dikarenakan volume kendaraan yang lebih banyak, sehingga perlu diwaspadai sebagai salah satu faktor risiko utama.

"Perjalanan mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah maupun Timur itu rata-rata membutuhkan waktu yang lebih lama. Misal kita mau ke Semarang, kalau hari-hari biasa itu bisa ditempuh dengan waktu 6-7 jam saja. Kalau pada momentum mudik Lebaran ini bisa sampai 12 jam lebih," jelas Jusri.

Konsekuensi langsung dari perjalanan yang berkepanjangan tersebut adalah meningkatnya risiko kelelahan, baik bagi pengemudi maupun penumpang.

Keadaan ini dapat semakin berat terutama bagi pemudik yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kondisi fisik yang menurun akibat perjalanan yang memakan waktu lama adalah tantangan yang tidak boleh diabaikan.





"Letih dan lelah menjadi teman perjalanan. Karena waktu yang cukup lama, sehingga muncul masalah tersebut, yang tidak boleh disepelekan oleh pengendara," tegas Jusri.

Untuk menjamin kondisi kesehatan dan menjaga kebugaran fisik sepanjang perjalanan mudik, Jusri menyarankan agar pengguna kendaraan pribadi mempersiapkan diri secara fisik sebelum memulai keberangkatan.

Selain itu, sangat dianjurkan untuk mengatur jadwal istirahat secara berkala selama di perjalanan.

Hal lain yang perlu diperhatikan pemudik adalah barang bawaan, sering kali volumenya cukup besar hingga melampaui batas maksimum kapasitas muat kendaraan.



"Kebiasaan membawa barang banyak pada saat mudik ini, mengakibatkan dampak buruk bagi kendaraan. Karena muatan berlebih ini dapat mengakibatkan mobil itu cepat rusak dan juga konsumsi BBM menjadi lebih meningkat," imbuhnya.

Sebagai gambaran mengenai mudik Lebaran 2026 ini, Kementerian Perhubungan memperkirakan bahwa total 143,9 juta orang akan melaksanakan perjalanan selama periode mudik Lebaran tahun 2026.

Sementara itu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memprediksi bahwa puncak arus keberangkatan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 akan terjadi dalam dua gelombang waktu, yaitu pada tanggal 14 sampai 15 Maret dan kemudian pada 18 sampai 19 Maret.