Automotive

Viral Rem Blong Toyota Fortuner di Jalur Pegunungan, Apa Penyebabnya?

Brian Priambudi
Viral Rem Blong Toyota Fortuner  di Jalur Pegunungan, Apa Penyebabnya?

Uzone.id - Sebuah Toyota Fortuner mengalami rem blong di jalur pegunungan di Cangar, Pacet, Jawa Timur. Mobil ini diduga mengalami rem blong hingga akhirnya masuk jalur penyelamat agar bisa berhenti.

Kejadian rem blong pada Toyota Fortuner ini pertama kali diketahui lewat video yang diunggah akun Instagram @medsos_meledak789.

Dalam video unggahan tersebut terlihat sebuah Toyota Fortuner yang sedang melalui turunan gagal melakukan pengereman. Beruntungnya terdapat jalur penyelamat tepat di bawah turunan yang menghindari mobil melaju tanpa kendali.



"Mobil mewah berisi satu keluarga asal Lamongan, mengalami gagal fungsi rem saat melewati jalan menurun di jalur Cangar Pacet, pada Kamis sore (1/1). Menurut pengakuan pengemudi mobil tersebut, perjalanan dari arah batu menuju ke arah Pacet Mojokerto. Sesampai di turunan kawasan Gotean Pacet, secara tiba-tiba kondisi rem tidak berfungsi sama sekali," tulis keterangan dari unggahan Instagram @medsos_meledak789.




Memang belum ada penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini, namun yang biasa terjadi pada pengguna kendaraan yang melalui pegunungan adalah terjadinya rem blong karena komponen pengereman mengalami panas berlebih.

Mengingat di jalur pegunungan yang banyak memiliki kontur menanjak dan menurun, kerap membuat rem bekerja lebih keras dibandingkan jalan normal.

Komponen rem yang bekerja terus menerus, dapat menyebabkan panas berlebih yang mengganggu kinerja hingga terjadi blong.



"Rem blong bisa terjadi ketika Anda terus memaksa mengerem penuh di jalan menurun yang panjang atau terjal. Ditambah muatan mobil penuh, beban kerja rem lebih berat sehingga terjadi rem blong. Kendala ini semakin terasa pada mobil dengan transmisi otomatis atau matik yang minim engine brake," dikutip dari situs resmi Toyota Astra Motor.

"Kebiasaan menginjak pedal rem saat tidak dibutuhkan dalam jangka waktu panjang bisa menjadi penyebab rem blong karena panas akibat gaya gesek tersimpan di kaliper rem. Saat dibutuhkan, kampas rem tidak bisa menekan cakram atau teromol karena sudah terlalu panas," lanjutnya.

Toyota pun memberikan tips bagi pengguna mobil agar tidak mengalami hal serupa saat melalui jalur pegunungan, yang tentu bisa dilakukan dengan perawatan sebelum perjalanan.





1. Perhatikan kondisi minyak rem

Periksa level minyak rem di dalam tabung penyimpanan saat akan berkendara. Tambah cairan jika terasa kurang dan periksa sekitar tabung minyak rem akan potensi kebocoran, terutama di sambungan selang.

Jika minyak rem perlu diisi cukup banyak, maka disarankan bawa ke bengkel resmi karena diduga adanya potensi kebocoran yang memungkinkan untuk terjadi rem blong jika dibiarkan.

2. Periksa tabung minyak rem

Meskipun tabung selalu ditutup rapat, tetap ada potensi uap air masuk dan membuat cairan rem 'masuk angin'. Uap air bisa timbul dari kebocoran yang membuat udara masuk dan terjadi oksidasi.

Jika dibiarkan, masuk angin bisa membuat rem blong karena kehilangan tekanan. Selain itu di dasar tabung akan timbul endapan lumur bahkan lumut jika jarang dibersihkan yang bisa menyumbat sirkulasi minyak rem hingga memicu rem blong.

3. Periksa kampas

Meskipun masih tebal, jika kondisinya tidak layak kampas rem akan kesulitan menggigit piringan cakram atau tromol. Bahkan di kondisi tertentu komponen ini bisa kehilangan koefisien gesek karena overheat yang menjadi penyebab rem blong.



Bahkan jika dibiarkan, hal ini bisa merusak komponen lain seperti cakram rem yang bergelombang sehingga tidak memberikan pengereman yang optimal.

4. Cek ketinggian rem tangan

Rem tangan bisa berfungsi sebagai rem darurat ketika rem utama blong karena tidak mengandalkan sistem yang sama dengan rem reguler. Masalahnya jika posisi rem tangan terlalu rendah bisa mengakibatkan kemacetan di sistem rem.

Semakin rendah posisinya, jarak kampas rem dengan piringan atau tromol menjadi terlalu dekat sehingga bisa membuat sistem menjadi macet. Umumnya ketinggian rem tangan hanya diperbolehkan antara 5 sampai 8 klik saja.

5. Servis rem berkala

Toyota merekomendasikan untuk servis komponen pengereman secara berkala, baik setiap 6 bulan atau 10.000 km tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.