Automotive

VinFast Investigasi Taksi Green SM yang Mogok di Rel Kereta Bekasi

Brian Priambudi
VinFast Investigasi Taksi Green SM yang Mogok di Rel Kereta Bekasi

Uzone.id - Insiden taksi Green SM yang menyebabkan kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur menggunakan produk dari VinFast. Kini perusahaan tersebut sedang melakukan investigasi penyebab mobil tersebut mogok di jalan.

Kariyanto Hardjosoemarto selaku CEO VinFast Indonesia mengatakan saat ini investigasi dari pihak produsen mobil listrik Green SM sedang melakukan investigasi.

"Saat ini proses Investigasi sedang berlangsung dan kami belum mendapatkan laporannya sehingga kami belum bisa memberikan statement lebih lanjut terkait perihal tersebut," ujar Kariyanto kepada Uzone.id, Rabu (29/4).

Diketahui, Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe mengungkapkan terdapat masalah teknis yang dialami taksi Green SM.



Kendala teknis ini membuat taksi Green SM berhenti di perlintasan kereta api (KA) Bekasi Timur hingga berujung pada tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line Bekasi.

"Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Di mana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera," kata Sandhi Wiedyanoe kepada wartawan, Selasa (28/4), dikutip Uzone.id.

Sandhi menjelaskan kecelakaan tersebut mengganggu perjalanan KRL lainnya dari arah berlawanan. Saat KRL lain masih tertahan di Stasiun Bekasi Timur, KA Argo Bromo Anggrek datang dengan kecepatan tinggi yang berujung menabrak KRL.

Sandhi menjelaskan, palang kereta tempat taksi tersebut berhenti dibuat swadaya oleh masyarakat, pihak kepolisian pun akan berkoordinasi dengan KAI terkait hal ini.





"Kita tidak bisa katakan ini menerobos karena di perlintasan ini tidak ada palang pintu kereta api seperti yang kita lihat di sana. Palang pintu dibuat oleh masyarakat secara swadaya, budi baik dari para masyarakat di sini untuk mendukung keselamatan," jelasnya.

"Ini yang nanti akan kita koordinasikan dengan PT KAI ya. Artinya di beberapa tempat memang palang pintu kereta api itu betul-betul krusial sifatnya," sambung Sandhi.

Pihak Green SM juga sudah turun tangan untuk melakukan investigasi terkait mogoknya armada mereka tepat di perlintasan kereta api.



"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," tulis Green SM.

"Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," demikian pernyataan Green SM.

Akibat insiden ini, berdasarkan data terbaru yang beredar, menunjukkan korban meninggal dunia mencapai 15 orang.

Sementara itu masih terdapat puluhan korban lain yang mengalami luka-luka. Korban yang meninggal dunia dilaporkan berjenis kelamin perempuan karena berada di gerbong paling belakang.