Usai Insiden Maut Kereta, KNKT Diminta Cek Operasional Green SM
Uzone.id - Mogoknya taksi Green SM di perlintasan kereta api di Bekasi Timur, menjadi banyak pertanyaan saat ini. Bahkan pengamat transportasi mendesak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengaudit keselamatan taksi listrik Green SM.
Djoko Setidjowarno selaku pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengatakan terdapat beberapa isu keselamatan pada insiden tabrakan Kereta di Bekasi Timur.
Djoko menggarisbawahi kalau pihak PT KAI perlu menerapkan SOP di perlintasan sebidang. Terlebih perlintasan yang terjadi insiden pemicu tidak dilengkapi palang kereta api.
"Pemicu awal KKA (Kecelakaan Kereta Api) adalah perlintasan sebidang di Jalan Ampera JPL 78 Bekasi, maka perlu mitigasi berupa SOP yang wajib dilaksanakan oleh pengguna jalan apabila kendaraan bermotor mogok di atas rel Kereta Api," ujar Djoko dalam keterangan resminya.
"SOP kendaraan yang mogok/rusak di atas rel perlintasan sebidang dapat diusulkan oleh Direktorat Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub," lanjutnya.
Djoko pun menegaskan untuk KNKT melakukan investigasi pada keandalan taksi listrik yang mana dalam kejadian ini adalah operator Green SM.
"Untuk KNKT dalam melakukan investigasi KKA nantinya, diharapkan wajib investasi pula reliability (keandalan) taksi listrik yang berpotensi mogok di atas rel Kereta Api di JPL 78 tersebut," sebut Djoko.
Bahkan Djoko juga mengatakan jika terdapat kelemahan keandalan dari taksi listrik, maka perlu dievaluasi kembali izin operasionalnya.
"Apabila memang terdapat kelemahan reliability dalam taksi listrik tersebut, perizinan taksi listrik ini dapat dievaluasi kembali," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, terjadi kendala pada taksi listrik Green SM saat melintasi perlintasan kereta api di Bekasi Timur.
Kendala tersebut membuat mobil listrik VinFast yang digunakan sebagai armada Green SM mengalami mogok hingga tertemper oleh KRL.
Insiden tersebut membuat KRL dari arah lain harus menunggu dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Dalam kurun waktu yang singkat, Kereta Api Argo Bromo Anggrek justru melaju dalam kecepatan tinggi hingga menabrak KRL yang sedang menunggu di Stasiun Bekasi Timur.
Akibat insiden ini, berdasarkan data terbaru yang beredar, menunjukkan korban meninggal dunia mencapai 15 orang.
Sementara itu masih terdapat puluhan korban lain yang mengalami luka-luka. Korban yang meninggal dunia dilaporkan berjenis kelamin perempuan karena berada di gerbong paling belakang.