Startup

Usai Indonesia, Giliran Karyawan TikTok Singapura Kena PHK

Vina Insyani
Usai Indonesia, Giliran Karyawan TikTok Singapura Kena PHK

Uzone.id — Setelah resmi mengumumkan pemangkasan karyawan Tokopedia di Indonesia dan Eropa, TikTok turut melakukan pemangkasan karyawan di ‘rumah’ mereka sendiri alias di Singapura.

Pemangkasan ini disebut menjadi strategi TikTok dalam restrukturisasi perusahaan yang saat ini dilakukan di beberapa negara. Di Asia, Indonesia dan Singapura menjadi dua negara yang paling terdampak.

Dalam keterangannya, PHK massal ini juga dilakukan untuk memperkuat model operasional TikTok di divisi kepercayaan dan keamanan. 

“Kami terus melakukan reorganisasi untuk memperkuat model operasional global kami di bidang kepercayaan dan keamanan, termasuk memusatkan sebagian tenaga kerja di pusat-pusat operasional utama,” kata Juru Bicara TikTok, dikutip dari The Business Times, Senin, (06/07).






Perusahaan melanjutkan, “Ini juga dilakukan untuk mengembangkan cara kerja kami agar tim tetap sesuai dan gesit, sekaligus meningkatkan keamanan platform melalui inovasi teknologi terkini.”

Sama seperti di Indonesia, perusahaan enggan mengungkapkan berapa banyak karyawan yang terkena dampak pemangkasan tersebut.

Selanjutnya, TikTok menegaskan akan memberikan dukungan kepada karyawan yang terdampak sesuai dengan undang-undang dan peraturan setempat.

TikTok adalah perusahaan yang tidak memiliki serikat pekerja, namun ada karyawan yang menjadi anggota serikat pekerja dan nantinya serikat pekerja tersebut akan memberikan bantuan kepada anggotanya yang terdampak.





Pemangkasan yang dilakukan ByteDance ini berlangsung tak lama setelah pengumuman ByteDance yang memangkas karyawan di Indonesia mencuat ke publik.

Di Indonesia, ByteDance kabarnya memangkas kurang lebih 90 persen karyawan Tokopedia dan hanya menyisakan sekitar 10 persen. Namun, jumlah tersebut tidak pernah dikonfirmasi secara resmi perusahaan.

Dalam keterangan yang diterima Uzone.id, Kamis, (02/07), pemangkasan ini dilakukan dalam rangka untuk menyelaraskan  organisasi riset dan juga pengembangan perusahaan.

“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” kata Juru Bicara TikTok kepada Uzone.id.

Perusahaan menyebut bahwa keputusan ini bukanlah hal yang mudah untuk diambil dan setelah ini perusahaan akan fokus untuk memberikan dukungan bagi karyawan yang terdampak.