Automotive

Tren Mobil Listrik Makin Positif, Pertumbuhan Nyaris 100 Persen!

Brian Priambudi
Tren Mobil Listrik Makin Positif, Pertumbuhan Nyaris 100 Persen!

Uzone.id - Ada pergeseran besar yang lagi terjadi di Indonesia, kita mulai pelan-pelan pindah dari mobil bensin konvensional ke teknologi elektrifikasi. Pertumbuhannya bahkan mencapai hampir 100 persen.

Berdasarkan data wholesales Gaikindo sepanjang Januari sampai Maret 2026, ada 33.150 unit mobil listrik yang dikirim. Angka ini melonjak hampir dua kali lipat atau tepatnya 95,9 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang hanya 16.926 unit.

Kenaikan fantastis ini jadi sinyal kuat bahwa masyarakat Indonesia sudah semakin percaya sama ekosistem kendaraan listrik.

Terlebih saat ini banyak merek baru, khususnya dari Tiongkok yang menawarkan fitur canggih dengan harga bersaing.

Ditambah adanya dukungan pemerintah lewat relaksasi pajak dan bebas aturan ganjil-genap di kota besar yang membuat orang cenderung ke mobil listrik.



Bahkan kalau melihat datanya, penjualan battery electric vehicle (BEV) terus melesat dari tahun ke tahun.

Menariknya bukan cuma mobil listrik murni, mobil hybrid alias HEV juga ikut terkerek naik, meskipun kenaikannya nggak segila BEV.

HEV naik 21,3 persen dibanding kuartal I 2025, dengan total 16.940 unit mobil hybrid terdistribusi di tiga bulan pertama 2026.

Tak ketinggalan, segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicles (PHEV) juga mencatat lonjakan yang sangat signifikan.

Total penjualannya di Januari-Maret 2026 mencapai 1.510 unit, padahal di periode yang sama tahun 2025 angkanya cuma 50 unit.





Jualan Mobil Konvensional Makin Kecil

Lalu bagaimana dengan mobil konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE)? Penjualannya memang masih mendominasi, tapi angkanya terus tergerus oleh tren elektrifikasi.

Contohnya mobil ICE yang bukan termasuk Low Cost Green Car (LCGC), di tahun 2019 penjualannya bisa 814.641 unit.

Enam tahun kemudian (2025), penjualannya turun jadi 505.857 unit, di saat mobil listrik (BEV) sudah tembus 103.931 unit, PHEV 5.270 unit, dan hybrid 65.943 unit.



Mobil murah LCGC juga ikut merasakan dampaknya. Dulu tahun 2019 penjualannya bisa mencapai 217.454 unit.

Kini, pasarnya makin tertekan, bahkan di kuartal pertama 2026 saja sudah minus 29,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berikut data penjualan mobil di setiap segmen powertrain dalam lima tahun terakhir:

Penjualan BEV lima tahun terakhir

  • 2021: 687 unit   
  • 2022: 10.327 unit   
  • 2023: 17.051 unit   
  • 2024: 43.189 unit   
  • 2025: 103.931 unit   
  • 2026 (Jan-Maret): 33.150 unit

Penjualan HEV dalam lima tahun terakhir:

  • 2021: 2.472 unit  
  • 2022: 10.344 unit   
  • 2023: 54.179 unit   
  • 2024: 59.903 unit   
  • 2025: 65.943 unit   
  • 2026 (Jan-Maret): 16.940 unit

Penjualan PHEV dalam lima tahun terakhir:

  • 2021: 46 unit   
  • 2022: 10 unit   
  • 2023: 128 unit   
  • 2024: 136 unit   
  • 2025: 5.270 unit   
  • 2026 (Jan-Maret): 1.510 unit

Penjualan mobil ICE non-LCGC 5 tahun terakhir:

  •  2021: 737.477 unit   
  • 2022: 869.153 unit   
  • 2023: 729.739 unit   
  • 2024: 585.729 unit   
  • 2025: 505.857 unit   
  • 2026 (Jan-Mar): 128.590 unit

Penjualan LCGC dalam lima tahun terakhir:

  • 2021: 146.520 unit   
  • 2022: 158.206 unit   
  • 2023: 204.705 unit   
  • 2024: 176.766 unit   
  • 2025: 122.686 unit   
  • 2026 (Jan-Mar): 28.831 unit