TPST Bantargebang Tolak Sampah Campur Mulai Agustus 2026
Uzone.id – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang memutuskan untuk hanya menerima sampah residu dari wilayah DKI Jakarta mulai 1 Agustus 2026. Hal ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang menumpuk.
Sampah residu yang dimaksud adalah sampah yang tidak bisa didaur ulang atau sudah kotor, seperti tisu, kapas, pembalut bekas, popol, puntung rokok, kertas atau kerdus kotor, plastik, sedotan, dan lainnya.
Kebijakan ini mendorong imbauan kepada masyarakat agar mulai memilah sampah dari rumah sesuai jenisnya.
Berdasarkan unggahan Instagram Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan (@sudinlhjs), ada beberapa pembagian sampah yang layak diketahui oleh masyarakat, berikut rinciannya:
1. Sampah mudah terurai: sisa makanan, sayuran, jerami, dan daun-daun kering.
Dapat disetor ke:
- Komposter rumah
- Bank sampah
- Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) terdekat
2. Sampah daur ulang: kertas bekas, kardus, botol atau gelas plastik, mika, tempat deterjen, kemasan sampo, kantong plastik, dan lain-lain.
Dapat dibawa ke:
- Bank sampah
- Pengepul barang bekas
- Pusat daur ulang
3. Sampah B3 rumah tangga: batu baterai, semprotan aerosol, pembersih lantai/kaca/jendela, kaleng cat, kemasan lem, bohlam, potongan kabel, dan barang elektronik bekas.
Dapat disetor ke:
- Dropbox B3
- TPS B3 keliling
- Fasilitas pengelolaan B3 terdekat
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, berdasarkan laporan Institut Emmet Fakultas Hukum UCLA (University of California Los Angeles) mengungkap bahwa TPA (Tempat Penampungan Akhir) Bantargebang di Bekasi berada di posisi kedua sebagai lokasi pembuangan sampah yang memiliki emisi metana paling tinggi sepanjang 2025 kemarin.
Bantargebang masuk dalam daftar 25 TPA di dunia yang menghasilkan emisi metana tertinggi kedua yaitu sebanyak 6,3 ton emisi per jamnya. Hanya kalah dari TPA Campo de Mayo di Argentina yang menghasilkan sebanyak 7,6 ton emisi metana per jamnya.
Selain Bantargebang, ada juga TPA dari Asia Tenggara lainnya yaitu Jeram dari Kuala Lumpur (ke-3), Kamphaeng Saen dari Bangkok (ke-8) dan juga Rodriguez dari Manila (ke-14) yang masuk dalam daftar ini.