Automotive

Toyota Sulap Suzuki Burgman jadi Skutik Hidrogen Swappable

Bagja Pratama
Toyota Sulap Suzuki Burgman jadi Skutik Hidrogen Swappable

Uzone.id - Toyota baru-baru ini dilaporkan sudah mengajukan paten untuk skuter matik (skutik) berbahan bakar hidrogen hasil kolaborasi dengan Suzuki.

Skutik ini dikembangkan dengan mengambil basis desain dari Suzuki Burgman 400, model yang dikenal karena posisi duduknya yang ergonomis, ruang penyimpanan yang lega, dan rentang mesin yang luas (125 cc hingga 638 cc). 



Paten ini merupakan bagian dari proyek HySE Toyota dengan Suzuki untuk membawa teknologi energi bersih ke kendaraan roda dua yang lebih kecil.

Inovasi Sistem Pengisian Daya Swappable

Konsep hidrogen yang diajukan Toyota membedakannya dari sistem pengisian hidrogen konvensional bertekanan tinggi. 

Alih-alih mengisi tangki hidrogen yang kompleks, desain ini berfokus pada sistem tabung hidrogen yang dapat dilepas dan diganti (swappable canister).

Teknologi penukaran tabung ini diklaim menjadi solusi atas tantangan utama kendaraan hidrogen, yaitu proses pengisian bahan bakar yang rumit dan memerlukan infrastruktur bertekanan tinggi yang mahal. 

Dengan sistem tukar tabung, pengendara dapat dengan cepat mengganti tabung yang kosong dengan yang sudah terisi penuh di stasiun khusus, sehingga waktu "pengisian" dapat dipersingkat secara signifikan.

Dalam dokumen paten, Toyota juga merancang cara penempatan tabung hidrogen yang mudah diakses. 

Tabung ini ditempatkan pada dudukan khusus yang dapat berputar atau digeser ke samping (menggunakan mekanisme engsel atau tautan gunting), sehingga lebih praktis untuk dilepas dan dipasang kembali oleh pengguna sehari-hari.

Melanjutkan Eksperimen Suzuki

Pengajuan paten ini sejatinya merupakan evolusi dari eksperimen yang sebelumnya dilakukan oleh Suzuki. 

Suzuki pernah memamerkan prototipe Burgman berbasis hidrogen di Tokyo Motor Show 2011, dan model Burgman 400 hidrogen dengan tangki 70MPa dan mesin pembakaran internal yang diadaptasi untuk hidrogen juga dipamerkan pada Japan Mobility Show 2023. 

Namun, desain lama memiliki kendala pada penempatan tangki, yang kini coba disempurnakan oleh pendekatan sistem fuel cell dan tabung swappable yang lebih ringkas oleh Toyota.

Kendaraan hidrogen bekerja dengan mengubah energi kimia dari hidrogen menjadi tenaga mekanis melalui sel bahan bakar (fuel cell) yang menghasilkan listrik untuk menggerakkan motor. 



Teknologi ini menawarkan emisi yang sangat rendah—hanya menghasilkan uap air—menjadikannya alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk mobilitas.

Jika berhasil dikembangkan lebih lanjut, skuter hidrogen Toyota ini berpotensi menjadi alternatif menarik di segmen roda dua, terutama untuk mobilitas perkotaan yang membutuhkan solusi yang cepat, efisien, dan bebas emisi. 

Langkah ini juga mengindikasikan bahwa teknologi fuel cell hidrogen dapat menjadi alternatif masa depan selain teknologi EV yang ada saat ini.