Digilife

Tokopedia Buka Suara soal Banyak Official Store yang Cabut 

Aisyah Banowati
Tokopedia Buka Suara soal Banyak Official Store yang Cabut 

Uzone.id – Beberapa official store di Tokopedia mengumumkan bahwa mereka akan mengundurkan diri—sementara—dari Tokopedia. Salah satunya Gondray Store yang mengumumkan pemberitahuan tersebut melalui akun Instagram mereka.

“Mulai per tanggal 1 Oktober dengan berat hati kami dari tim Gondray Store memberikan pernyataan bahwa sementara kami akan pamit undur diri dari Tokopedia,” tutur tim Gondray Store, mengutip dalam video yang tim Gondray Store unggah di Instagram.








Merangkum dari berbagai sumber, alasan mengapa banyak official store untuk memilih hengkang atau rehat sementara dari Tokopedia didorong oleh akumulasi masalah operasional dan perubahan kebijakan pasca-integrasi dengan TikTok.

Tak sedikit yang mengeluhkan bahwa mereka tidak bisa upload produk, di sisi lain seller ditekan dengan biaya admin yang makin tinggi dan biaya layanan yang dinilai merugikan, serta regulasi yang makin rumit.

Merespons isu tersebut, meski tidak dapat mengungkapkan jumlah official seller yang tersisa, pihak manajemen Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia telah berkomitmen untuk menganalisis dan memperbaiki pengalaman bagi pengguna serta mitra strategis.

“Dari sisi platform kami terus menganalisa apa yang bisa kami buat supaya pengalaman dari sisi seller, mitra strategis, dan juga pengguna makin baik,” ungkap Stephanie Susilo, Senior Director of Tokopedia & TikTok E-commerce Indonesia, Rabu (5/11).





Upaya untuk memastikan penjual dan pembeli tetap nyaman—dan terus bertahan—juga terus dilakukan, termasuk dengan menyediakan fitur-fitur seperti Tokopedia Mall.

“Saya rasa sebagai platform banyak sekali hal-hal yang kami buat untuk membuat penjual dan juga pembeli merasa nyaman di dalam platform. Kalau misalkan untuk penjual memberikan benefit atau manfaat buat si konsumennya kami juga ada mall feature,” jelas Stephanie.

Fitur Tokopedia Mall sendiri pertama kali dirilis di tahun 2024. Hadirnya fitur ini memiliki tujuan untuk membantu pelaku usaha resmi di Indonesia yang ingin melakukan ekspansi dan ekstraksi bisnis, sekaligus meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi online.

“Di sana itu, bukan hanya untuk pembelinya dimana mereka bisa membeli dengan nyaman, tapi untuk penjualnya bisa menjual dengan nyaman,” jelas Stephanie.

Ditambah dengan adanya label 'Mall', penjual resmi mendapatkan visibilitas ekstra dan pembeli memperoleh jaminan keaslian produk.

“Karena untuk mall feature sendiri kan mereka diharuskan 100 persen menjual barangnya yang asli, mereka harus punya kekayaan intelektual untuk brand tersebut, atau menjadi licensed atau authorized distributor untuk brand tersebut,” tutup Stephanie.