Tokopedia Bakal Ditutup? idEA Akhirnya Buka Suara
Uzone.id — Asosiasi E-commerce
Indonesia (idEA) buka suara terkait kabar yang beredar soal penutupan aplikasi
Tokopedia dan digantikan sepenuhnya oleh TikTok Shop.
Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce
Indonesia (idEA) Budi Primawan mengatakan pihaknya tetap merujuk pada
pernyataan resmi dari kedua belah pihak dan melihat isu ini secara
proporsional.
“Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menanggapi kabar yang beredar dengan merujuk pada klarifikasi resmi perusahaan bahwa TikTok menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi di Tokopedia dan ekosistem digital Indonesia,” tambahnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis, (05/02).
Ia pun mengimbau publik serta pelaku usaha untuk tidak
berspekulasi di luar pernyataan resmi yang ada.
Terkait kemungkinan ‘penyatuan’ aplikasi TikTok Shop dan
Tokopedia tersebut, asosiasi sendiri menilai bahwa dinamika integrasi platform
atau penyesuaian model bisnis merupakan hal yang lazim dalam industri digital
global.
“Fokus utama idEA adalah memastikan keberlanjutan ekosistem
e-commerce, kepastian berusaha bagi para penjual khususnya UMKM, serta
perlindungan konsumen tetap terjaga,” ujarnya.
Selain itu, idEA selaku wadah bagi para platform e-commerce
di RI juga terus mendorong komunikasi dan dialog yang terbuka antara pelaku
industri dan pemerintah agar setiap perkembangan di sektor e-commerce tetap
selaras dengan regulasi yang berlaku dan kepentingan nasional.
“Asosiasi akan memantau perkembangan ini secara
berkelanjutan demi menjaga iklim usaha digital yang sehat dan
berkesinambungan,” tambahnya.
Sebelumnya, perwakilan TikTok sendiri telah buka suara soal kabar tersebut. Mereka hanya mengatakan pihaknya terus melakukan investasi di Tokopedia untuk mendorong pertumbuhan dan tidak ada sanggahan terkait spekulasi tersebut.
"Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia
sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang
berkelanjutan,” kata Juru Bicara TikTok.
Munculnya kabar penutupan aplikasi Tokopedia ini terjadi
setelah 2 tahun menyatunya Tokopedia dan TikTok Shop. Hal ini tentu akan
menyebabkan perubahan besar, pasalnya aplikasi Tokopedia sendiri sudah bertahan
selama kurang lebih 17 tahun.
Sementara itu, upaya ‘penyatuan’ TikTok Shop dan Tokopedia
sendiri sudah mulai dilakukan semenjak beberapa waktu lalu. Salah satunya
adalah mengintegrasikan seller center Tokopedia dan TikTok Shop menjadi satu
platform yang sama.
Integrasi ini dilakukan pada Juni 2025 lalu, perusahaan
menyebut bahwa tujuan integrasi ini adalah untuk menyederhanakan alur kerja,
mengurangi beban administratif, dan meningkatkan jangkauan mereka ke basis
pelanggan yang lebih luas.