Tim Produksi ‘Merah Putih: One For All’ Ternyata Beli Aset di Daz 3D
Uzone.id – Baru merilis trailer, film animasi ‘Merah Putih: One For All’ sudah menuai kritik. Netizen menilai ‘Merah Putih: One For All’ tidak layak tayang di bioskop karena kualitasnya dianggap tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikabarkan capai Rp6,7 miliar.
Mulai dari detail yang terlihat janggal seperti keberadaan senjata di gudang desa, visualisasi karakter yang dianggap ‘disturbing’ dengan gerakan kaku, hingga alur cerita yang dinilai tidak masuk akal.
Baru-baru ini terungkap bahwa, alih-alih membuat aset sendiri, tim animator ‘Merah Putih: One For All’ justru membeli beberapa aset dari Daz 3D yang kemudian sedikit dipoles. Temuan ini diungkapkan oleh kanal YouTube Yono Jambul.
“Dari trailer yang udah tayang paling enggak gue nemu tiga aset yang udah pasti beli dan bukan bikin sendiri. Makanya kalau lo perhatiin stylenya banyak yang nggak sama dan nggak Indonesia banget. Jadi dia beli aset ini, beli aset ini terus digabung jadi satu. Dan, gue yakin banget karakternya dibikin di aplikasi Daz 3D,” ungkap Yono dalam videonya.
Lewat video berdurasi kurang dari enam menit tersebut, Yono menunjukkan aset apa saja yang dibeli oleh tim animator ‘Merah Putih: One For All’ di Daz 3D. Berikut nama asetnya:
- FG Military Warehouse
- The Mystic Gorge
- Tropical Quest
- XL Street of Mumbai
Aset-aset tersebut dapat dibeli melalui aplikasi Daz 3D yang menyediakan lebih dari 5 juta aset 3D kompatibel untuk Daz Studio dan aplikasi 3D lainnya. Platform ini juga memungkinkan pengguna untuk membuat karakter 3D sendiri.
Masih panas soal aset yang ternyata beli, akun X dengan username @robe_1807 menuduh bahwa karakter dalam film animasi ‘Merah Putih: One For All’ merupakan hasil mengambil dan modifikasi dari karya milik artist bernama Reallusion.
Menanggapi berbagai kritik dan hujatan di media sosial, produser 'Merah Putih: One For All', Toto Soegriwo melalui akun Instagramnya menulis:
“Senyumin aja. Komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian jadi viral kan?," tulis Toto.
Di sisi lain, produser eksekutif ‘Merah Putih: One For All’, Sonny Pudjisasono dalam sebuah wawancara menanggapi kritik yang membandingkan film ini dengan film 'Jumbo'.
Sebagai tanggapan, ia mengajak masyarakat untuk menonton filmnya terlebih dahulu sebelum berkomentar. Sonny juga mengungkapkan bahwa kualitas animasi yang terlihat di trailer akan berbeda dengan yang ada di film.
“Karena trailer dengan film sangat beda. Sangat beda sekali. Karena karena trailer itu kan merupakan sifatnya hanya potongan-potongan untuk sekedar promosi aja sebelum film itu dibuat secara utuh, sebelum terjadi postpro itu. Nah, makanya kalau mau lihat secara visualnya alangkah baiknya setelah nonton di bioskop secara lengkap, dalam layar besar itu, silahkan nanti berkomentar,” ungkap Sonny.
Nah, buat kamu yang berniat untuk menonton, film animasi ‘Merah Putih: One For All’ dijadwalkan tayang di layar bioskop Tanah Air secara serentak mulai 14 Agustus 2025 mendatang.