Tim Cook: Apple Siapkan Donasi untuk Korban Banjir Sumatra
Uzone.id — Bencana banjir dan
longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara dan Sumarta Barat menjadi sorotan
dunia saat ini. Setelah bos Starlink Elon Musk mengumumkan donasi berupa
internet gratis, bos Apple Tim Cook juga mengumumkan akan memberi bantuan untuk
korban terdampak.
Hal ini diumumkan dalam postingan X terbaru Tim Cook pada Rabu, (03/12), yang menyoroti bencana alam di Thailand, Indonesia, Malaysia dan Sri Lanka.
“Bencana badai yang melanda Thailand, Indonesia, Malaysia,
dan Sri Lanka telah membuat kerusakan parah bagi masyarakat di wilayah
tersebut. Apple turut prihatin untuk semua yang terdampak, dan kami akan
menyumbangkan dana bantuan dan rekonstruksi di lapangan,” kata Cook.
Tidak disebutkan lebih detail terkait bantuan tersebut,
namun hal ini menjadi bentuk kepedulian Apple pada bencana yang terjadi secara
global baru-baru ini.
Selain bantuan dana dan rekonstruksi untuk korban banjir di
Asia Tenggara, Tim Cook juga sudah lebih dulu menyatakan kepeduliannya untuk
korban kebakaran di Hong Kong yang menghilangkan ratusan nyawa.
Sebelumnya, Elon Musk yang menghadirkan jaringan internet berbasis satelit mengumumkan layanan bebas biaya alias gratis untuk pengguna Starlink di wilayah terdampak. Internet gratis ini bisa digunakan oleh pengguna lama, baru bahkan pengguna yang akunnya tengah diblokir oleh perusahaan.
Selain itu, Musk juga menyatakan kerjasamanya dengan
pemerintah Indonesia untuk segera mendistribusikan terminal dan memulihkan
konektivitas di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak di wilayah
Sumatera.
Bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat
sendiri menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa yang tidak sedikit. Dalam
update terbaru BNPB, Rabu pagi, (03/12), jumlah korban meninggal akibat bencana
ini mencapai 753 jiwa, kemudian orang hilang sebanyak 650 jiwa, dan korban
terluka sebanyak 2.600 jiwa. Sebanyak 576.300 orang yang tersebar di Aceh,
Sumatra Utara dan Sumatra Barat tercatat mengungsi dari tempat tinggal mereka.