Tilly Norwood Jadi Wajah Baru Hollywood yang Dibuat oleh AI
Uzone.id – Kehadiran Tilly Norwood berhasil mengguncang dunia perfilman Hollywood. Bukan karena kepiawaiannya dalam berakting, atau karena rumor yang beredar di sekelilingnya, tetapi karena Tilly Norwood adalah aktris pertama yang sepenuhnya diciptakan oleh AI.
Tilly Norwood diciptakan oleh studio bakat AI Xicoia yang masih menjadi bagian dari studio produksi Particle6 milik aktor dan teknolog, Eline Van der Velden. Aktris AI ini kemudian memulai debutnya dalam sebuah sketsa komedi berjudul 'AI Commissioner' pada Juli 2025 lalu.
Meski awalnya banyak orang yang meragukan Tilly Norwood, Eline ungkap bahwa kini banyak agensi yang memperebutkannya.
“Ketika pertama kali meluncurkan Tilly, orang-orang bingung. Sekarang, dalam beberapa bulan mendatang, kami akan mengumumkan agensi mana yang akan mewakilinya,” ujar Eline Van der Velden, mengutip dari Variety.
Ambisi dalam menciptakan Tilly Norwood juga tidak main-main. Eline ungkap bahwa mereka ingin Tilly menjadi Scarlett Johansson atau Natalie Portman selanjutnya.
Ditambah dengan dukungan mesin DeepFame, Tilly Norwood di-setting agar dapat berinteraksi di media sosial. Alhasil, ilusi bahwa Tilly Norwood adalah orang nyata berhasil tercipta.
“Kami ingin Tilly menjadi Scarlett Johansson atau Natalie Portman berikutnya. Faktor ekonomi mendorong industri film dan TV beralih ke produksi AI, karena kreativitas tidak lagi dibatasi anggaran,” jelas Eline.
Kecaman keras terhadap Tilly Norwood dari SAG-AFTRA
Di sisi lain, kemunculan Tilly Norwood mendapat kecaman keras dari serikat aktor dan komunitas di Hollywood, SAG-AFTRA. "SAG-AFTRA percaya bahwa kreativitas harus, dan tetap, berpusat pada manusia. Serikat pekerja menentang penggantian pemain manusia dengan pemain sintetis," demikian pernyataan SAG-AFTRA, mengutip Deadline.
SAG-AFTRA secara tegas menolak mengakui bahwa Tilly Norwood adalah seorang aktor. “Yang jelas, Tilly Norwood bukanlah seorang aktor, melainkan karakter yang dihasilkan oleh program komputer yang dilatih berdasarkan karya para aktor profesional yang tak terhitung jumlahnya – tanpa izin atau kompensasi,” tulis SAG-AFTRA.
Dalam pernyataannya, SAG-AFTRA juga ungkap bahwa kehadiran Tilly Norwood tidaklah menyelesaikan masalah apapun, dan malah membuat para aktor kehilangan pekerjaan mereka.
Lebih lanjut SAG-AFTRA menuliskan, “Itu tidak menyelesaikan 'masalah' apa pun — malah menciptakan masalah penggunaan pertunjukan curian untuk membuat para aktor kehilangan pekerjaan, membahayakan mata pencaharian para penampil, dan merendahkan nilai seni manusia. Selain itu, produser yang menandatangani perjanjian harus menyadari bahwa mereka tidak boleh menggunakan penampil sintetis tanpa mematuhi kewajiban kontrak kami, yang mewajibkan pemberitahuan dan tawar-menawar setiap kali penampil sintetis akan digunakan.”
Menanggapi kecaman tersebut, Eline Van der Velden kemudian menjelaskan bahwa kehadiran Tilly Norwood bukanlah untuk menghilangkan peran manusia di industri ini. Menurut Eline, Tilly adalah sebuah alat baru yang dapat membuka kemungkinan baru.
“Saya melihat AI bukan sebagai pengganti manusia, tetapi sebagai alat baru, sebuah kuas baru," ungkapnya.