Digilife

TikTok PHK 150 Karyawan, Tugasnya Diambil Alih AI

Aisyah Banowati
TikTok PHK 150 Karyawan, Tugasnya Diambil Alih AI

Uzone.id – Pada bulan Juli lalu, TikTok AS telah melakukan PHK putaran ketiga kepada tim TikTok Shop AS. Hal ini disebabkan kurang lakunya platform belanja tersebut di wilayah AS, ditambah dengan ketidakpastian nasib ByteDance di Amerika.

Kini, giliran karyawan TikTok di Berlin, Jerman yang terkena PHK. Sebanyak 150 karyawan dari tim Kepercayaan dan Keamanan (Trust and Safety) diberhentikan, yang berarti pengurangan tenaga kerja hampir 40 persen.





Tugas dari tim kepercayaan dan keamanan sendiri adalah menghapus konten berbahaya dari platform. Seperti menandai video yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, misinformasi, dan ujaran kebencian.

Setiap harinya, orang-orang yang bekerja di tim Kepercayaan dan Keamanan di Jerman meninjau hingga 1.000 video per hari. Ke depannya, pekerjaan tersebut akan sepenuhnya dialihkan kepada AI dan pekerja kontrak (outsourcing).

Anna Sopel, juru bicara TikTok, menyatakan bahwa rencana PHK ini bertujuan memperlancar alur kerja dan meningkatkan efisiensi. Ia menegaskan, perusahaan tetap berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan dan integritas platform.




Menanggapi keputusan ini, para pekerja TikTok di Berlin kemudian melakukan aksi mogok kerja. Serikat pekerja yang mewakili para pekerja TikTok, ver.id, telah berupaya bernegosiasi dengan TikTok selama beberapa minggu terakhir.

Melansir dari The Guardian, Kalle Kunkel, juru bicara serikat pekerja ver.di di wilayah Berlin-Brandenburg mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan daftar tuntutan kepada TikTok.

Tuntutan tersebut mencakup pemberian pesangon bagi karyawan yang terdampak serta perpanjangan masa pemberitahuan PHK hingga satu tahun. Menurut penuturan Kalle, sejauh ini TikTok menolak untuk berunding.

“Intinya, mereka bilang: 'Kami tidak mau bicara dengan Anda,' jadi setelah itu, kami melancarkan dua serangan. Tapi mereka tetap tidak bereaksi,” ujar Kunkel, mengutip dari The Guardian.

Sejauh ini, PHK yang dilakukan TikTok untuk mengganti karyawan dengan AI bukanlah yang pertama tahun ini. Pada Februari lalu, Reuters melaporkan bahwa TikTok telah memberhentikan sebagian besar tim Kepercayaan dan Keamanan di wilayah Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

TikTok juga bukan satu-satunya perusahaan yang mengambil langkah ini. Pada Mei lalu, NPR melaporkan bahwa Meta berencana mengganti 90 persen karyawan mereka dengan AI, termasuk tim Kepercayaan dan Keamanan serta tim yang menangani ulasan produk.