TikTok Ikutan Bikin Mobil Listrik, Kucurkan Rp15 Triliun!
Uzone.id - Induk perusahaan TikTok, ByteDance, dikabarkan bakal terjun ikutan mobil listrik bersama platform cloud mereka, Volcano Engine. ByteDance akan menggandeng Seres Group untuk membuat merek mobil baru bernama Saidou Technology.
Artinya sekarang perusahaan teknologi raksasa asal China bukan cuma Xiaomi dan Huawei saja yang terjun ke industri otomotif. Tentu ini langkah besar, setelah Landian, merek yang sebelumnya mereka buat, restrukturisasi modal dalam jumlah yang sangat besar.
Oleh karenanya, dikutip dari Carnewschina, Chongqing Landian Technology resmi ganti nama menjadi Chongqing Saidou Technology per 29 Mei lalu.
Gak main-main, Saidou langsung dapat suntikan dana segar yang fantastis, lho. Totalnya mencapai 6,67 miliar yuan atau lebih kurangnya setara 952,9 juta dolar AS, atau sekitar Rp15,5 triliun.
Kolaborasi Strategis Induk TikTok
Saidou ini bukan sekadar merek baru biasa. Ini adalah pembuktian kolaborasi strategis antara Seres dan Volcano Engine, platform cloud dan Artificial Intelligence (AI) milik ByteDance.
Jadi, kalau produk Seres lain seperti Aito pakai teknologi kemudi cerdas Qiankun dari Huawei, Saidou justru beda jalur.
Saidou bakal mengandalkan pengalaman berkendara yang mutakhir berbasis AI, memanfaatkan smart cockpit canggih dan Large Language Model dari Volcano Engine.
Menurut sumber internal industri, Saidou siap meluncurkan model pertamanya tahun ini. Prediksinya, mobil pertama Saidou bakal berupa crossover (gabungan SUV dan sedan) dengan dua pilihan mesin: listrik murni (BEV) dan Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
Produksinya bakal memanfaatkan fasilitas di pabrik Seres Phoenix yang sedang mendapatkan peningkatan.
Bidik Konsumen Muda dan Pasar Global
Lewat strategi itu, merek baru di industri otomotif ini memang sengaja diposisikan buat ngejar konsumen yang lebih muda, dinamis, dan aktif.
Saidou juga sudah menyiapkan jaringan dealer dan saluran penjualan khusus, baik buat pasar domestik China maupun pasar global.
Langkah ini sekaligus menandai transformasi total dari Landian, yang sebelumnya terseok-seok di segmen entry-level dengan rentang harga 100.000 hingga 150.000 yuan (sekitar Rp 220-330 jutaan).
Fenomena bikin sub-merek baru ini emang lagi jadi tren di China. Pabrikan lain kayak Leapmotor sampai Xiaomi juga dilaporkan punya agenda serupa tahun ini buat memperluas jangkauan pasar.