Tiket MotoGP Mandalika Kurang Laku, ASN Kebagian Harga Murah
Uzone.id - Euforia MotoGP di Indonesia yang digelar di Sirkuit Mandalika sepertinya hanya terasa pada satu atau dua tahun saja, nyatanya di gelaran yang keempat kalinya ini ajang balap motor kelas tertinggi tersebut malah sepi peminat.
Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang menjadi promotor MotoGP Indonesia 2025, menargetkan adanya 121 ribu penonton. Hanya saja di awal September 2025 kemarin, progres penjualan tiket baru mencapai 20-30 persen saja.
Dikutip dari Antara, data tahun-tahun sebelumnya menunjukkan penonton lokal asal NTB, Bali, dan sekitarnya justru menjadi tulang punggung penjualan tiket.
Dari total 121 ribu penonton, mayoritas dilaporkan hanya berasal dari wilayah-wilayah tersebut. Masalahnya bisa dari berbagai faktor mulai dari transportasi, akomodasi, sampai harga tiket.
Dari segi transportasi, jumlah penerbangan harian ke Lombok, Nusa Tenggara Barat sangat terbatas yakni hanya satu pesawat yang hanya menampung sekitar 200 orang.
Jika penerbangan dioptimalkan pun, prediksinya baru bisa membawa penonton dari luar daerah sebanyak 10.000 orang saja, tidak sesuai target dari MGPA.
Faktor lainnya adalah harga tiket, MGPA menjual tiket termurah di program early bird sebesar Rp140 ribu. Sementara untuk Premium Grandstand dijual Rp315 ribu, Premium Grandstand A dijual Rp612.500.
Bahkan jika ingin mendapatkan fasilitas lengkap yakni tiket VIP Luxury dibanderol Rp5,8 juta pada saat harga early bird.
MGPA bahkan memberikan diskon khusus bagi warga NTB, termasuk aparatur sipil negara (ASN) untuk bisa merasakan euforia balapan paling bergengsi tersebut dengan potongan hingga 50 persen.
Belum lagi soal akomodasi di Mandalika yang cukup tinggi, laporan mengatakan harga kamar hotel meningkat bisa mencapai tiga sampai empat kali lipat dibandingkan tarif pada saat normal.
Padahal MotoGP Mandalika 2025 berpotensi memberikan kontribusi hingga Rp544,4 miliar terhadap ekonomi mikro terhadap produk domestik bruto nasional.
Bahkan Pemprov NTB menghadirkan 60 usaha kecil menengah (UKM) yang mana di antaranya didominasi usaha di bidang kuliner dan berbagai produk kreatif.
Keterlibatan UKM bukan hanya menambah daya tarik penonton, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal. Pasalnya harga makanan juga dijual lebih tinggi selama balapan berlangsung yang disesuaikan dengan mekanisme pasar dan kualitas layanan.
Pihak MGPA berdalih, penjualan tiket akan ramai menjelang detik-detik akhir MotoGP Mandalika 2025 akan digelar. Namun di akhir September 2025 ini, hanya menghitung hari saja sampai Marc Marquez dan kawan-kawannya mulai balapan.
"Jumlah detail tiket yang terjual sudah 20-30 persen. Biasanya di detik-detik akhir baru meningkat," ujar Priandhi Satria selaku Direktur MGPA di awal September 2025 kemarin.
Pihak MGPA mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak penjualan tiket seperti promosi yang dilakukan bukan hanya di Jakarta dan NTB saja, tetapi di kota-kota besar lainnya di Indonesia.