Review

Test Drive Harian Polytron G3, Mobil Listrik China Rasa Lokal

Bagja Pratama
Test Drive Harian Polytron G3, Mobil Listrik China Rasa Lokal

Uzone.id - Sedari awal kemunculan mobil listrik perdana Polytron G3, sebenarnya kami salut dengan nyali besar Polytron--merek elektronik di Tanah Air yang punya nama besar, meski belum di sektor otomotif.

Berawal dari rasa percaya diri karena motor listriknya yang laris, untuk pertama kalinya merek Polytron jualan mobil--mobil listrik. Tentu saja bikin penasaran, kayak gimana rasanya ketika disetirin?




Kami mendapat unit tipe tertinggi, G3+. Secara spesifikasi teknis sama, hanya dibedakan pada sejumlah fitur-fitur canggihnya saja.

Polytron belum sepenuhnya membuat mobil dari nol, G3 ini hasil rebadge mobil China berbasis Skyworth EV6 namun Emblem dan juga sistem audionya sudah murni Polytron.

Tampilan aman selera warga Indonesia





Tampilan Polytron G3 terbilang cukup aman dan seharusnya masuk dengan selera warga Indonesia. Sebuah SUV yang punya tampilan sporty sekaligus futuristis yang gak lebay.

Logo huruf P di ujung kap mesin, DRL tajam di lampu utama, dan bumper yang minimalis sporty, menjadikan wajahnya enak dilihat.

Hanya saja, kami kurang suka bagian belakangnya dimana lampu kombinasinya terintegrasi dengan tulisan Polytron yang sebenarnya jadi terlihat agak norak--tapi selera sih. Disini seolah Polytron ingin pamer ke semua pengguna jalan; "Hey ini mobil gue lho! (Polytron)".


Rang kabinnya cukup berkelas dan terlihat modern. Dipermewah dengan aksen kayu di dasbor dan layar sentuh besar sebagai pusat informasi dan entertaintment kabin.

Jok kulitnya terbilang nyaman di duduki dan pengaturannya sudah elektrik. Meski kami menemukan sejumlah kemiripan detail kabin dengan mobil listrik China lainnya, tapi secara keseluruhan, Polytron cukup berhasil menyuguhkan ruang kabin yang gak hanya nyaman, tapi terlihat mewah.

Impresi berkendara perlu peningkatan handling

SUV Polytron G3 tidak kecil. Secara dimensi, dia punya panjang hampir 5 meter, tepatnya 4.720 mm, lebar 1.908 mm, dan tinggi 1.696 mm, serta jarak poros roda 2.800 mm.

Secara spesifikasi teknis, menurut kami sudah lebih dari cukup. Mengandalkan baterai LFP berkapasitas 51,916 kWh, menurut kami terkecil di kelasnya. Namun jarak tempuhnya diklaim bisa melaju sejauh 402 Km (CLTC).



baterai tersebut sudah mengusung fast charging di bawah 35 menit dari 20 persen sampai 70 persen. 

Suplai listrik dari baterai tersebut disalurkan ke motor listriknya yang menggerakkan roda depan (front wheel drive), memiliki tenaga 201 hp dan torsi 320 Nm. 

Di atas kertas, perpaduan kapasitas baterai, jarak tempuh dan tenaga pada Polytron G3 ini cukup seimbang. Tidak harus besar-besar baterainya, tapi bisa tetap irit dan tenaganya pun cukup.

Akselarasinya halus dan selalu terisi, meskipun karakternya linear khas mobil listrik. Sama sekali tidak ada keluhan soal performa, karena kita cukup dimanjakan torsi instan mobil listrik.

Namun kami punya sejumlah catatan terkait handling yang seharusnya kedepan bisa lebih ditingkatkan, agar impresi mengendarai mobil ini jadi makin memuaskan penggunanya.

Pertama setir. Karakter dan respon setirnya hambar dan terlalu ringan, sulit ditebak dan minim feedback. Ringan sekali sehingga terasa mobil seolah mengambang.



Selanjutnya soal bantingan suspensi yang masih kurang berasa mahal. Nyamannya dapat, karena setingan suspensinya yang empuk, tapi cuku[ limbung ketika harus bermanuver.

Kedepannya, Polytron harus belajar bagaimana menyuguhkan sebuah mobil yang tak hanya nyaman dan canggih, tapi juga menyenangkan untuk dikemudikan.

Fitur lengkap dan canggih



ADAS level 2 dengan 21 fitur, seperti adaptive cruise control, lane keeping system, Auto Parking Assistance, Autonomous Emergency Braking, dan sebagainya sudah menjadi piranti standar. 

Pada bagian kabin, klaster instrumen sudah full TFT. Lalu sistem hiburan di tengah, menggunakan layar sentuh berukuran 12,8 inci, sudah Apple CarPlay dan Android Auto. 

Dan didukung dengan delapan speaker premium XBR garapan Polytron sendiri yang sayangnya, masih kurang nendang sedikit kualitas sound-nya.




Kesimpulan, cukup baik untuk sebuah mobil Polytron

Keberanian Polytron menghadirkan mobil listrik di tengah gencar dan ketatnya kompetisi EV di Tanah Air, patut diacungi jempol, apalagi ini merek lokal.

Sedikit sentuhan peningkatan di sektor driving impression dijamin bakal ngebuat mobil ini semakin punya value, karena secara keseluruhan, baik tampilan, fitur, kenyamanan dan kecanggihannya sudah bisa bersaing.

Apalagi, harga jualnya yang juga terjangkau; Rp299 juta untuk tipe G3 standar dan Rp339 juta untuk tipe G3+.