Gadget

Tes Performa Redmagic 11 Pro: Kencang Sih, Tapi Panasnya Ngeri!

Muhammad Faisal Hadi Putra
Tes Performa Redmagic 11 Pro: Kencang Sih, Tapi Panasnya Ngeri!

Uzone.id - Smartphone Android kencang lainnya mendarat di meja redaksi kami untuk dites. Setelah iQOO 15, kini kami berkesempatan menjajal langsung Redmagic 11 Pro yang sama-sama mengusung spesifikasi ‘rata kanan’, plus punya sistem pendingin cair di dalamnya.

Tes benchmark langsung kami lakukan pada Redmagic 11 Pro ini. Beberapa aplikasi benchmark dilakukan, termasuk menguji seberapa lama baterai besarnya bertahan, plus sekencang apa pengecasan Redmagic 11 Pro ini.

Sebelum masuk ke topik utama, simak terlebih dahulu spesifikasi dan harga Redmagic 11 Pro di Indonesia berikut ini.




Redmagic 11 Pro punya layar OLED seluas 6,85 inci dengan resolusi 1.216 x 2.688 piksel yang sudah mendukung refresh rate 144Hz. Layarnya tampil fullscreen tanpa gangguan notch atau punch hole, karena Nubia sematkan kamera selfie 16 MP di bawah layar (under display camera).

Redmagic 11 Pro ditenagai prosesor paling kencang saat ini, Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dikombinasikan dengan RAM 16 GB LPDDR5T serta penyimpanan 512 GB UFS 4.1 Pro. Dayanya pun ditopang baterai 7.500 mAh yang mendukung sistem pengisian cepat 80W via kabel dan juga wireless. 

Sementara spesifikasi lainnya, Redmagic 11 Pro membawa konfigurasi kamera utama 50 MP menggunakan sensor OmniVision OV50E40 dengan OIS, ditemani kamera ultrawide 50 MP, dan satu sensor 2 MP sebagai lensa tambahan (auxiliary lens). 

Benchmark Redmagic 11 Pro tinggi, tapi gampang ‘demam’


Klaim Nubia soal skor AnTuTu yang bisa tembus 4 juta poin terbukti benar. Dari pengujian kami di AnTuTu v11, skor yang kami dapatkan mencapai 4.022.119 poin. Pengujian dilakukan dalam suhu ruangan tanpa AC, sementara saat dites di dalam suhu ruangan dengan AC bersuhu 16 derajat Celcius, skornya naik ke 4.112.173 poin.

Jelas, Redmagic 11 Pro jadi smartphone Android terkencang yang pernah kami uji, mengalahkan iQOO 15 yang sebelumnya mencapai skor 3,8 juta poin. 

Namun, skor setinggi ini berbanding lurus dengan suhunya yang naik signifikan. Selama pengujian, suhu CPU meroket hingga 19 derajat Celcius, berdasarkan informasi yang tertera di aplikasi.

Bayangkan, tenaga kencang yang dikeluarkan dalam satu sesi pengujian singkat, jeroan ponsel ini langsung memanas hampir 20 derajat Celcius. Baterainya pun ikut ‘demam’ hingga menyentuh 45 derajat Celcius.


Padahal, Redmagic 11 Pro sudah dibekali sistem pendingin AquaCore yang terbilang menyerupai PC gaming high-end tapi dalam form factor yang lebih kecil. 

Smartphone ini memadukan tiga sistem pendingin sekaligus. Sistem pendingin cair berbasis Fluorinated Liquid yang dipompa aktif, vapor chamber raksasa, hingga kipas turbofan sekencang 25.000 RPM. Kami mengira, sistem pendingin ini dapat secara efektif mencegah masalah overheat, tapi realita sesungguhnya justru berbeda.




Masalah ini juga jelas terlihat saat kami ‘menyiksa’ GPU-nya menggunakan 3DMark Wild Life Stress Test dan Extreme Stress Test. 

Pada pengujian Wild Life Stress Test, Redmagic 11 Pro sebenarnya mampu mencatatkan skor tertinggi (Best Loop) yang impresif di angka 22.286 poin. Namun, performa tersebut tidak bertahan lama, karena skor terendahnya anjlok hingga ke 11.070 poin.

Ya, tingkat stabilitas GPU-nya yang tercatat hanya 49,7 persen. Artinya, performa ponsel ini terpangkas lebih dari setengahnya saat bekerja keras dalam durasi lama.

Selama tes ini berjalan, suhu ponsel tercatat naik cukup signifikan dari 30 derajat ke 44 derajat Celcius. Frame rate-nya pun fluktuatif, sempat menyentuh 160 FPS di awal, namun drop hingga ke 41 FPS saat panas mulai menyerang.

Sementara di 3DMark Wild Life Extreme Stress test, skor tertingginya mencapai 6.267 poin dan skor terendah yang jatuh ke angka 2.991 poin. Stabilitasnya pun hanya 47,7 persen, dengan suhu internal yang naik dari 27 derajat ke 43 derajat Celcius.

Grafik pengujiannya pun memperlihatkan pola yang hampir sama. Hingga putaran 7 dan 8, kinerjanya memang tinggi. Namun begitu masuk looping selanjutnya, performanya langsung terjun alias mengalami thorttling sampai akhir pengujian. 

Hal ini membuktikan bahwa sistem proteksi suhu di Redmagic 11 Pro memang bekerja sangat agresif. Panas yang dihasilkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 tampaknya terlalu tinggi untuk diredam sepenuhnya oleh sistem pendingin AquaCore, sehingga sistem terpaksa memangkas performa secara drastis demi menjaga perangkat tidak overheat.

Tes lainnya di Geekbench 6, Redmagic 11 Pro mencetak skor single-core 2.307 poin dan multi-core tembus 10.002 poin.



Baterainya badak untuk nge-game berjam-jam


Redmagic 11 Pro ditopang oleh baterai berkapasitas 7.500 mAh. Saat disiksa benchmark berat 3DMark Extreme selama 20 menit, baterainya hanya berkurang 9 persen, dari 95 persen ke 86 persen.

Sementara berdasarkan penggunaan sesungguhnya untuk bermain game RPG dengan fitur auto-hunt menyala tanpa henti, ponsel ini mampu bertahan hampir 10 jam dari baterai penuh sampai benar-benar habis.

Lalu, seberapa cepat pengisian dayanya? Dengan teknologi 80W FlashCharge, kami mencatat waktu sekitar 55 menit untuk mengisi daya dari nol hingga penuh 100 persen. Sementara untuk mengisi hingga 90 persen cukup waktu 46 menit saja. 

Kesimpulan


Redmagic 11 Pro memang kasih performa mentah yang begitu tinggi, bahkan lebih tinggi dari ponsel Snapdragon 8 Elite Gen 5 seperti iQOO 15 yang pernah kami review. 



Namun, sistem pendingin canggihnya justru belum bisa meredam panas dari kencangnya performa ponsel ini. Tingkat stabilitas di bawah 50 persen, serta lonjakan suhu sampai dua digit pada AnTuTu dan 3DMark, jadi bukti kalau sistem AquaCore yang diusungnya kewalahan saat ponsel disiksa kerja berat. 

Di sisi lain, kapasitas baterai jumbo 7.500 mAh berhasil memberikan daya tahan impresif hingga 10 jam untuk sesi gaming tanpa henti, ditambah pengisian daya yang tuntas dalam 55 menit.