Govtech

Telkomsel-Kita Bisa Kolaborasi Bantu 20 Veteran

Aisyah Banowati
Telkomsel-Kita Bisa Kolaborasi Bantu 20 Veteran

Uzone.id – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Telkomsel berkolaborasi dengan Kitabisa untuk menghadirkan program “Visi untuk Pahlawan” di Surabaya.

Lewat program ini, sebanyak 20 orang yang terdiri dari para veteran dan keluarga veteran akan menerima bantuan berupa operasi katarak.

Program “Visi untuk Pahlawan” sendiri merupakan bagian dari inisiatif “Sambungkan Senyuman” Telkomsel.

Sambungkan Senyum sendiri adalah inisiatif filantropi CSR Telkomsel yang fokus di berbagi kebahagiaan dan harapan untuk hari yang lebih baik dan masa depan yang gemilang.



Menurut Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) Kementerian Kesehatan (2014-2016), prevalensi kebutaan pada populasi usia 50 tahun ke atas mencapai 3 persen dengan katarak sebagai penyebab utama hingga 81 persen dari kasus tersebut.

Dampak kehilangan penglihatan sangat besar terhadap kualitas hidup, yang mencakup keterbatasan mobilitas serta kondisi mental dan sosial. Satu-satunya solusi efektif adalah melalui operasi katarak.

Namun, sampai saat ini masih terdapat kesenjangan signifikan antara kebutuhan pasien dan kapasitas layanan kesehatan yang tersedia.

Menanggapi kondisi tersebut, “Visi untuk Pahlawan” mendukung Program 100 Visi yang diselenggarakan oleh Bantu.id, Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) Jawa Timur, Lembaga Veteran RI, dan RS Mata Masyarakat Baru.



Inisiatif operasi katarak gratis ini diharapkan dapat mengembalikan penglihatan, harapan, dan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan, lansia, dan kelompok rentan, termasuk para veteran yang telah berjasa bagi bangsa.

“Kami menyadari bahwa apa yang kami lakukan hanyalah langkah kecil dibandingkan pengorbanan besar para pahlawan. Semoga bantuan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan mereka tidak akan pernah kami lupakan. Ke depan, Telkomsel akan terus berupaya menghadirkan manfaat yang nyata bagi kehidupan masyarakat, menyambungkan senyuman kapan pun dan di mana pun kami berada,” ujar Abdullah Fahmi selaku VR Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel.

Setelah Seremoni Penyerahan Bantuan Simbolis di Surabaya pada Senin, 10 November 2025, persiapan dan operasi katarak akan berlangsung di RS Mata Masyarakat Baru Surabaya, dengan tahapan berikut:

15 November 2025 – Screening Penerima Manfaat
22 November 2025 – Operasi Katarak
23 November 2025 – Pemeriksaan Pasca Operasi

Program ini menjadi wujud nyata semangat Telkomsel dalam mengatasi berbagai tantangan sosial dan membuka peluang peningkatan kualitas hidup, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam implementasi prinsip keberlanjutan dan ESG, serta kepedulian terhadap kelompok rentan di Indonesia.



Kisah para veteran

Bagi Bapak Soeparman (81), yang telah mengabdi selama 40 tahun di TNI Angkatan Laut, semangat perjuangan tidak berhenti meski masa tugas telah usai. Ia menilai, menjadi pahlawan berarti terus berbuat untuk sesama, kapan pun dan di mana pun.

“Jadi pejuang itu nggak berhenti di medan perang saja, tapi sampai akhir hayat. Dulu berat ninggalin keluarga, tapi kalau bukan kita yang berjuang, siapa lagi? Sekarang saya bersyukur masih bisa dibantu, semoga setelah operasi bisa lebih jelas melihat dan bisa kumpul lebih banyak waktu sama keluarga.”

Sementara itu, Bapak Mad Sahal Syahroni (66), yang mendedikasikan 38 tahun hidupnya di TNI Angkatan Laut, menekankan pentingnya menjaga semangat disiplin dan pengabdian meski telah pensiun.

Baginya, operasi ini adalah bentuk ikhtiar untuk tetap sehat dan bermanfaat bagi masyarakat. “Jadi pahlawan itu harus tetap semangat, disiplin, dan setia pada negara. Dengan operasi katarak ini saya bisa tetap sehat, nggak nyusahin orang, dan mudah-mudahan masih bisa berbuat baik buat masyarakat,” tuturnya.

Bapak E. Soekanto (78), yang mengabdi selama 39 tahun di TNI Angkatan Laut, mengaku terharu karena masih ada pihak yang peduli terhadap para veteran di masa tua mereka. Ia berharap program seperti ini dapat menjangkau lebih banyak rekan sejawat yang membutuhkan.

“Saya bahagia masih diingat dan dapat apresiasi. Harapannya, bukan cuma beberapa veteran aja yang dapat bantuan seperti ini. Dengan bisa melihat jelas lagi, kita bisa menikmati masa tua dengan bahagia,” katanya.

Meski penglihatan terganggu akibat katarak, semangat dan harapan mereka akan persatuan dan kedaulatan bangsa tidak pernah surut. Dengan program Visi untuk Indonesia, diharapkan mereka dapat kembali “merdeka” beraktivitas sehari-hari dengan penglihatan yang lebih baik.