Telkom Resmikan Zero Waste to Landfill, Olah 9,7 Ton Sampah per Bulan
Highlight Artikel
- Telkom Indonesia, bersama PT Telkom Landmark Tower (TLT) dan Waste4Change, memulai inisiatif "Zero Waste to Landfill" di The Telkom Hub.
- Program ini bertujuan memperkuat prinsip keberlanjutan Telkom melalui pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah (3R) di lingkungan perusahaan.
- Berbagai tindakan 3R diterapkan, seperti penggunaan dokumen digital, kampanye pengurangan plastik, water refill station, pemanfaatan kembali produk, serta pengolahan sampah organik dan e-waste.
- Inisiatif ini diluncurkan sebagai respons terhadap timbulan sampah Telkom yang mencapai 88.040 kilogram dari Januari hingga September 2026.
Uzone.id — Telkom Indonesia
bersama dengan anak perusahaan PT Telkom Landmark Tower (TLT) dan perusahaan
pengelolaan sampah Waste4Change secara resmi memulai inisiatif pengelolaan
sampah bertajuk Zero Waste to Landfill di lingkungan The Telkom Hub.
Acara ini menjadi bagian dari upaya Telkom dalam memperkuat
penerapan prinsip keberlanjutan melalui pengurangan, penggunaan kembali, dan
daur ulang sampah di lingkungan perusahaan.
Diresmikan pada Kamis, (22/10) di Gedung TLT, program Zero Waste to Landfill ini mendorong sejumlah langkah untuk mengurangi sampah yang dihasilkan di lingkungan gedung kantor, khususnya di Telkom Hub.
Inisiatif Zero Waste to Landfill ini didorong oleh masih
banyaknya sampah yang dihasilkan di lingkungan perusahaan Telkom Indonesia. Per
Januari hingga September 2026, menghasilkan total 88.040 kilogram sampah.
Rata-rata sampah yang dihasilkan setiap bulan mencapai
sekitar 9.782 kilogram yang terdiri dari dari sampah organik, anorganik, dan
residu.
Melihat kondisi ini, kehadiran Zero Waste to Landfill ini
menjadi cara Telkom agar sampah-sampah ini tidak sepenuhnya berakhir di TPA.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Telkom juga mengajak para karyawan
perusahaan dan anak perusahaan untuk peduli dan ikut memilah sampah-sampah yang
mereka hasilkan setiap hari.
Tidak sendiri, Telkom Indonesia menggaet PT Telkom Landmark
Tower selaku management building Telkom Hub bersama dengan organisasi
Waste4Change untuk mengolah lebih lanjut sampah yang dihasilkan di gedung
kantor sehingga tidak hanya diangkut ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) melainkan
benar-benar diolah lebih dulu.
“Kami akhirnya berkolaborasi dengan TLT sebagai Management Building di Telkom Hub, dan juga Waste4Change untuk melakukan pengolahan sampah lebih lanjut. Jadi artinya sampah itu tidak hanya diangkut dan dikirimkan ke TPA, tapi benar-benar dilakukan pemilahan,” kata Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, VP Sustainability PT Telkom Indonesia (Persero).
Nantinya, akan ada beberapa tindakan yang akan dilakukan
untuk mengolah sampah di lingkungan Telkom Hub, yaitu pengurangan (reduce),
penggunaan kembali (reuse), dan juga daur ulang (recycle).
Untuk pengurangan atau reduce ini mencakup penggunaan
dokumen digital untuk menghemat kertas, kampanye pengurangan plastik sekali
pakai, serta penyediaan fasilitas pengisian ulang air minum atau water
refill station.
Sementara itu, penggunaan kembali (reuse) dilakukan
melalui pemanfaatan kembali produk yang masih dapat digunakan, seperti tas
pakai ulang, kertas satu sisi, alat tulis, dan kardus logistik.
Untuk daur ulang (recycle), tahapan ini mencakup
pengolahan sampah organik menjadi kompos, kemitraan dengan bank sampah, serta
penyediaan tempat khusus untuk limbah elektronik atau e-waste.
Pengelolaan sampah juga dilakukan melalui pemilahan berdasarkan kategori organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3).
Nantinya, Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan
oleh petugas kebersihan sebelum dibawa ke tempat penampungan sementara di area
basement.
Selain pengelolaan sampah, Telkom juga memiliki program
untuk mengolah kembali air limbah untuk penyiraman tanaman lanskap dan taman
vertikal.
Melalui inisiatif Zero Waste to Landfill, pengelolaan
sampah di The Telkom Hub diarahkan agar lebih bertanggung jawab dengan
mengutamakan pengurangan sampah, penggunaan kembali material, dan daur ulang.
FAQ Artikel
Apa itu inisiatif "Zero Waste to Landfill" di The Telkom Hub?
Inisiatif pengelolaan sampah oleh Telkom Indonesia, PT Telkom Landmark Tower (TLT), dan Waste4Change untuk mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah di lingkungan The Telkom Hub agar tidak berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Siapa saja pihak yang terlibat dalam program pengelolaan sampah ini?
Pihak yang terlibat adalah Telkom Indonesia, PT Telkom Landmark Tower (TLT) sebagai manajemen gedung The Telkom Hub, dan Waste4Change sebagai organisasi pengelolaan sampah.
Langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam program 3R (Reduce, Reuse, Recycle)?
Langkah-langkahnya meliputi:
Reduce (Pengurangan): Penggunaan dokumen digital, kampanye pengurangan plastik sekali pakai, dan penyediaan fasilitas pengisian ulang air minum.
Reuse (Penggunaan Kembali): Pemanfaatan kembali produk seperti tas pakai ulang, kertas satu sisi, alat tulis, dan kardus logistik.
Recycle (Daur Ulang): Pengolahan sampah organik menjadi kompos, kemitraan dengan bank sampah, dan penyediaan tempat khusus untuk limbah elektronik (e-waste).
Mengapa inisiatif "Zero Waste to Landfill" ini penting bagi Telkom?
Inisiatif ini penting karena Telkom menghasilkan rata-rata 9.782 kilogram sampah setiap bulan (dari Januari hingga September 2026 mencapai 88.040 kg) dan program ini bertujuan agar sampah-sampah tersebut tidak sepenuhnya berakhir di TPA, serta mengajak karyawan untuk peduli dan memilah sampah.