Takut Dimata-matai, Donald Trump Resmi Larang Drone DJI Masuk AS
Uzone.id — Hubungan Amerika
Serikat dan China kembali memanas. Pada 22 Desember 2025 kemarin, Donald Trump
melalui Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat resmi melarang semua drone
buatan asing–khususnya China dari negara mereka.
DJI yang saat ini menjadi merek drone paling laku di AS pun
ikut kena imbasnya. Gak cuma itu, Autel yang juga sama-sama dari China pun
harus menelan pil pahit karena produk mereka tak bisa masuk lagi ke AS.
Masih sama dengan alasan pelarangan produk-produk China lainnya (seperti TikTok dan beberapa brand smartphone), Amerika Serikat beralasan kalau perangkat-perangkat ini dinilai bisa mengancam keamanan nasional negara mereka dengan resiko yang cukup besar.
Sebuah tinjauan pemerintah AS menemukan bahwa semua drone
dan komponen kritis yang diproduksi di negara asing termasuk China, menimbulkan
"risiko yang tidak dapat diterima bagi keamanan nasional AS dan
keselamatan serta keamanan warga AS".
Dengan ditambahkannya DJI dan Autel ke ‘Daftar’ FCC, itu
artinya perusahaan-perusahaan ini tidak bisa lagi menjual model drone baru atau
komponen kritis di Amerika Serikat.
Pengumuman tersebut datang setahun setelah putusan Kongres
yang mengesahkan undang-undang pertahanan terkait drone buatan China yang
beresiko mengancam pertahanan AS.
Padahal, DJI hingga Autel sendiri adalah pemain utama dalam
industri ini di AS dan digunakan secara luas dalam pertanian, pemetaan,
penegakan hukum, dan pembuatan film.
DJI bahkan menguasai hampir 80 persen dari semua drone
komersial yang dijual di AS, menurut Drone Industry Insights. Autel adalah
pesaing terdekat DJI dalam drone komersial.
Tapi, meski begitu, FCC menyatakan bahwa drone atau komponen tertentu bisa saja lolos masuk jika Departemen Pertahanan atau Departemen Keamanan Dalam Negeri memberi izin dan perangkat terbukti tidak menghadirkan resiko.
Keputusan ini juga diambil karena banyaknya penyelenggaraan
kelas dunia yang berlokasi di AS, termasuk Piala Dunia 2026, perayaan
America250, dan Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles dengan alasan untuk
menangani ancaman drone yang bisa jadi terjadi oleh "penjahat, aktor asing
yang bermusuhan, dan teroris".
Michael Robbins, presiden dan chief executive officer AUVSI
(Asosiasi Sistem Kendaraan Tanpa Awak Internasional) menyambut baik keputusan
tersebut.
Ia mengatakan saatnya bagi AS untuk tidak hanya untuk
mengurangi ketergantungannya pada China, tetapi juga untuk mengembangkan drone
buatan negara sendiri.
“Sejarah baru-baru ini menunjukkan mengapa Amerika Serikat
harus meningkatkan produksi drone dalam negeri dan mengamankan rantai
pasokannya,” kata Robbins.
Sementara perwakilan DJI menyampaikan kekecewaan mereka
dengan keputusan FCC.
“Kekhawatiran tentang keamanan data DJI tidak didasarkan
pada bukti dan justru mencerminkan proteksionisme, bertentangan dengan prinsip
pasar terbuka,” kata perwakilan DJI, dikutip dari Euronews.