Tahun depan, Komdigi Optimis 2.500 Desa di RI Terhubung ke Internet
Uzone.id — Kementerian
Komunikasi dan Digital (Komdigi) percaya diri bahwa tahun 2026, 2.500 desa yang
belum terhubung ke ruang digital bisa menikmati layanan internet. Hal ini sudah
ditargetkan pemerintah sebagai bagian dari percepatan penyediaan akses di daerah
blankspot.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pun berkomitmen
untuk memprioritaskan akses internet tersebut.
"Pemanfaatannya belum kita maksimalkan sesuai dengan kapasitas yang sebetulnya bisa kita dapatkan dari pembangunan infrastruktur. Teknologi berkembang, tapi dampak ekonominya, sebetulnya sudah terasa, tapi bisa kita tingkatkan dengan lebih tinggi lagi," kata Meutya.
Nantinya, internet tersebut akan menjadi fondasi bagi para
warga untuk mendapat akses pendidikan, layanan publik, dan peluang ekonomi yang
setara.
Saat ini, infrastruktur yang sudah terbangun perlu memberi
dampak ekonomi yang lebih besar. Oleh karena itu, Komdigi akan memaksimalkan
potensinya agar lebih tinggi lagi, termasuk dengan memberi peluang bagi
masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk berkembang bersama.
"Transformasi digital harus melahirkan nilai tambah
nyata bagi ekonomi dan membuka peluang bagi semua," tutur Meutya.
Sebagai informasi, saat ini sebanyak 60 juta warga Indonesia hingga saat ini belum terkoneksi dengan internet dan kebanyakan dari mereka merupakan masyarakat-masyarakat yang tinggal di pedesaan dan daerah 3T.
Untuk mengatasi masalah ini, Menteri Komdigi Meutya Hafid
pun berencana untuk mempercepat pembangunan konektivitas digital hingga ke
desa-desa tertinggal dengan cara berkolaborasi dengan kementerian lainnya.
"Sekitar 60 juta jiwa belum terkoneksi dengan internet
sehingga kita perlu melakukan percepatan karena akses terhadap informasi
merupakan hak asasi manusia sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945,"
tandas Meutya Hafid, Selasa, (21/10).
Komdigi berencana untuk menggaet Kementerian Desa dan
Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam percepatan pembangunan
jaringan internet di desa-desa di Indonesia.
“Kemkomdigi dan Kemendes PDT akan mencocokkan data desa yang
belum terkoneksi untuk menentukan mana yang akan kita prioritaskan untuk
dibangun koneksinya di tahun 2026," ujar Meutya dalam Audiensi dengan
Kemendes PDT di Kantor Kementerian Komdigi, Selasa, (21/10).
Meutya mengatakan bahwa kolaborasi ini akan mempercepat
pembangunan infrastruktur konektivitas sehingga masyarakat di pedesaan dapat
turut merasakan transformasi digital selayaknya di perkotaan.