Digilife

Tahukah Kamu Ilmuwan Muslim yang Menciptakan Sabun Modern?

  • 03 Apr 2022 WIB
    Bagikan :

    Agama Islam adalah agama yang mengajarkan kebersihan. Dalam suatu hadis disebutkan,

    الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ

    Bersuci adalah sebagian dari iman (HR. Muslim no. 223).
    Tidaklah aneh bila sebelum salat wajib, kita diwajibkan membersihkan diri dengan berwudu. Kemudian pada hari Jumat, kita dianjurkan untuk mandi. Ini semua karena ajaran Islam yang menitikberatkan pada kebersihan.

    Namun ada kalanya berwudu dan mandi dengan air saja tidak cukup untuk membersihkan diri dari debu, kotoran, dan minyak yang menempel di badan. Perlu sesuatu yang lebih baik dan, kalau bisa, membuat tubuh menjadi wangi. Sabun, detergen, atau sejenisnya yang ada di abad 9, baik di Asia maupun Eropa, bukan hanya kurang efektif, tetapi juga terkadang berbau busuk.

    Para ahli kimia di dunia Islam sigap menjawab kebutuhan ini. Mereka membuat sabun dengan mencampurkan minyak (biasanya minyak zaitun) dengan alkali (zat seperti garam) yang kemudian direbus dan dibiarkan mengeras. Maka terciptalah sabun batang seperti yang ada di kamar mandi kita saat ini.

    Muhammad bin Zakaria Ar-Razi (854–925 M) adalah salah satu ahli kimia yang menulis resep pembuatan sabun

    Penggunaan sabun batang yang efektif dan wangi pun lambat laun populer bukan hanya di Timur Tengah, tetapi juga terdengar sampai ke Eropa. Di abad ke-13, industri pembuatan sabun mulai tumbuh, terutama di Suriah, yang rutin mengekspor sabun batang ke berbagai belahan dunia.

    Pembuatan sabun batang dan penyebarannya ke berbagai belahan dunia sering kali disebut sebagai salah satu inovasi dan kemajuan terpenting bagi umat manusia—seperti halnya penemuan kertas. Karena sabun bukan hanya dapat mewangikan badan, tetapi juga dapat mengurangi kuman yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit.

    Perintah Allah untuk senantiasa menjaga kebersihan diterjemahkan dengan sangat baik oleh para ilmuwan Islam di Zaman Keemasan dengan menciptakan sabun yang masih dipakai hingga saat ini. Semoga ilmuwan Islam saat ini—seperti para pendahulu mereka—diberikan kemudahan untuk menciptakan temuan-temuan baru yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia.

    Referensi: Science and Technology in Islam: Technology and applied sciences

    ###

    * "Tahukah Kamu” adalah artikel-artikel singkat dan ringan yang menceritakan fakta, trivia, dan cerita dalam dunia Islam baik klasik maupun kontemporer. “Tahukah Kamu” terbit setidaknya 1 kali setiap minggu hanya di KESAN.

    **Jika artikel di aplikasi KESAN dirasa bermanfaat, jangan lupa share ya. Semoga dapat menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aamiin. Download atau update aplikasi KESAN di Android dan di iOS. Gratis, lengkap, dan bebas iklan.

    ***Ingin menulis untuk KESAN dan berbagi ilmu yang berguna? Tunggu apa lagi? Sebab berbagi ilmu itu bukan hanya indah, tetapi juga berpahala. Kirim artikelmu ke salam@kesan.id