Automotive

Suzuki Klaim Satria Pro Aman Pakai BBM Etanol, Tapi Ada Syaratnya

Brian Priambudi
Suzuki Klaim Satria Pro Aman Pakai BBM Etanol, Tapi Ada Syaratnya

Uzone.id - Suzuki Satria Pro dan Satria F150 menggunakan mesin lama, meskipun sudah mengadopsi teknologi baru Assist & Sliiper Clutch. Tapi bisakah mesin ini minum BBM etanol 10 persen alias E10?

Hariadi selaku Asst to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan produk baru mereka diklaim sanggup untuk minum BBM E10.

"Mesin ini sudah siap dengan etanol maksimal 10 persen," ujar Hariadi saat ditemui awak media di Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Namun Hariadi memberikan catatan, Suzuki Satria Pro dan Satria F150 tetap bisa meminum BBM etanol 10 persen asal tidak melakukan modifikasi di sektor pembakaran dan pembuangan.



"Mesinnya ya, tentunya dengan semua penunjangnya standar, maksudnya businya standar, ECR (Electronic Catalytic Remover) standar, tidak ada perubahan," jelasnya.

Meskipun Suzuki Satria Pro dan Satria F150 menggunakan mesin lama, Hariadi menjelaskan ada perubahan minor dibandingkan versi terdahulunya. Salah satunya yaitu menggunakan three phase AC generator.

Sisanya, masih sama dengan generasi sebelumnya, artinya motor ini masih menggunakan dapur pacu 147 cc, 1-silinder, 4-tak, DOHC, 4-katup, berpendingin cairan.





Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 13,6 kW di 10.000 rpm dan torsi maksimalnya mencapai 13,8 Nm di 8.500 rpm yang disalurkan ke roda belakang lewat transmisi kopling manual 6-percepatan.

Perbedaan lain dari mesin Suzuki Satria Pro dan Satria F150 adalah hadirnya Suzuki Clutch Assist System (SCAS) yang membuat perpindahan transmisi lebih halus dan memudahkan pengoperasiannya.

Untuk harganya, Suzuki Satria Pro dibanderol sebesar Rp34,9 juta untuk on the road (OTR) Jakarta. Sedangkan varian di bawahnya Satria F150 dipasarkan sebesar Rp31 juta untuk OTR Jakarta.



Rencana mandatori BBM E10 sendiri digagas oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia beberapa waktu lalu.

Bahkan Bahlil mengaku rencana tersebut sudah disetujui oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Alasannya karena dengan menggunakan etanol bisa membuat Indonesia mengurangi impor BBM dari luar negeri.

Kabar terakhir dari Kementerian ESDM, mandatori BBM E10 akan ditargetkan siap pada tahun 2028 mendatang. Terdapat banyak hal yang harus disiapkan mulai dari hulu sampai hilir untuk penerapannya.