Automotive

Super Hybrid vs Real Hybrid: Daihatsu Rocky vs Chery Tiggo Cross

Bagja Pratama
Super Hybrid vs Real Hybrid: Daihatsu Rocky vs Chery Tiggo Cross

Uzone.id - Daihatsu bikin panas persaingan mobil hybrid murah melalui sosok Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid dan siap menenggelamkan pesaingnya, Chery Tiggo Cross SHS.

Kedua mobil ini sama-sama mengusung mesin hybrid, tapi beda teknologi. Daihatsu dengan klaim Real Hybrid-nya, sementara Chery dengan Super Hybrid andalannya.




Meski berbeda teknologi hybrid, keduanya sama-sama menawarkan efisiensi bahan bakar tinggi. Hal ini tentu berimbas pada emisi gas buang yang lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan. 

Sebelum kalian memilih yang mana, mari kita bandingkan kedua mobil hybrid murah ini dari sisi teknologi hybridnya.

Chery Tiggo Cross CSH 





Chery Tiggo Cross CSH mengandalkan teknologi parallel hybrid yang disebut Chery Super Hybrid (CSH), di mana mesin bensin masih berperan menggerakkan roda.

Teknologi ini terdiri dari tiga komponen utama: mesin bensin efisiensi tinggi (Atkinson cycle), motor listrik bertenaga besar, dan transmisi khusus bernama Dedicated Hybrid Transmission (DHT).
Sistem CSH Chery bekerja otomatis antara mesin konvensional dan motor listrik, serta memungkinkan mobil beroperasi dalam tiga mode: EV murni, hybrid (perpaduan mesin bensin dan motor listrik), serta mesin bensin untuk mengisi daya. 

Berdasarkan data, spesifikasi mesin Tiggo Cross lebih unggul dengan tenaga 96 PS (94 hp) dan torsi 120 Nm. Tak heran bila diklaim mampu berakselerasi 0–100 kpj hanya dalam waktu sekitar 8 detik. 

Melalui modal tenaga serta teknologi hybrid yang digunakan, Tiggo Cross CSH cukup mumpuni untuk perjalanan luar kota. Selain itu, mobil ini lebih cocok bagi konsumen yang mengutamakan sisi performa. 

Rocky e-Smart Hybrid 



Berbeda dengan Chery, Daihatsu Rocky menawarkan sistem series hybrid yang diklaim sebagai real hybrid, dimana roda hanya digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik. Sementara mesin konvensional 1.200 cc, hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya ke baterai litium berkapasitas 0,74 kWh. 

Ketika berakselerasi, mesin bensin hanya menyokong tenaga motor listrik. Dengan demikian, pengemudi bisa merasakan sensasi layaknya mengendarai mobil listrik, meski tidak sepenuhnya senyap. 

Selain itu, dengan spesifikasi mesin bensin yang mampu menghasilkan torsi hingga 170 Nm, putaran bawah Rocky e-Smart Hybrid cukup agresif, apalagi ketika pedal gas di-kickdown. 

Teknologi series hybrid yang digunakan membuat Rocky lebih ramah lingkungan dan unggul dalam hal konsumsi bahan bakar. Cocok bagi pengguna yang banyak beraktivitas di dalam kota. 

Daihatsu juga membekali Rocky Hybrid dengan Smart Pedal atau S-PDL. Fungsinya memungkinkan pengendara mengoperasikan mobil hanya dengan satu pedal akselerator, baik untuk percepatan maupun deselerasi, sekaligus mengisi daya ke baterai.




Harga

Chery memasarkan Tiggo Cross CSH dengan banderol sebesar Rp 319,8 juta untuk tipe tertingginya, yakni Hybrid Full Version. Sementara untuk varian bawah, yakni Tiggo Cross CSH Hybrid sebesar Rp 299,9 juta. 

Sementara Daihatsu memasarkan Rocky e-Semart Hybrid dengan banderol yang kompetitif, yakni di bawah Rp 300 juta. 

Harga tepatnya saat ini menjadi Rp 299,85 juta dari sebelumnya saat GIIAS 2025 ditawarkan Rp 293,9 juta on the road (OTR) Jakarta.