Digilife

Sumatera Berduka, Netizen Kirim Doa Lewat #PrayforSumatera

Muhammad Faisal Hadi Putra
Sumatera Berduka, Netizen Kirim Doa Lewat #PrayforSumatera

Uzone.id - Pesan solidaritas digaungkan netizen untuk seluruh warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa titik wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lewat tagar #PrayforSumatera yang trending di sejumlah media sosial, termasuk X, netizen menyampaikan doa dan dukungan kepada semua orang yang terdampak. 

Dari pantauan tim Uzone.id pada Sabtu (29/11), setidaknya ada 108 ribu unggahan yang berseliweran di X, membuatnya menjadi salah satu trending topic di Indonesia saat ini.

“Sumatera berduka atas banjir bandang dan longsor di berbagai lokasi. Mohon doa dan perhatian agar bantuan segera tiba untuk semua yang terdampak,” tulis akun @JukiHoki




“Yang jauh  yang tidak bisa menghubungi keluarga dan sanak familinya. Silahkan hub no di bawa in, doa ku semoga semuanya dalam keadaan baik baik saja,” info akun @indepenSumatera.


“Turut mendoakan untuk teman-teman yang berada di Sumatera dan terdampak bencana banjir. Semoga keadaan lekas pulih,” tulis @vindestwitt.


“Kami ikut berbelasungkawa atas bencana banjir dan longsor yang menimpa masyarakat Sumut & Sumbar,” tulis akun @GeekFamID.


“Bekas banjir bandang semalam. Semoga hari ini kota Padang enggak hujan lagi,” harap akun @dsuperboy.


“Jak, mari sejenak memanjatkan doa untuk saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan sekitarnya. Stay safe, Sumatera!” tulis akun @Persija_JKT.

“Sumatera sedang berduka atas bencana alam yang sedang terjadi disana. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa Sumatra,” tulis akun @mplidofficial

Untuk diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terjadi sejak Senin (24/11). Bencana ini telah menelan ratusan korban jiwa dan menyebabkan banyak orang harus mengungsi ke tempat yang aman.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) hingga Jumat (28/11) pagi, total korban meninggal dunia di Aceh mencapai 6 orang dan 11 orang masih dinyatakan hilang. 

Sementara di Sumatera Utara, total korban jiwa berjumlah 55 orang dan yang masih dinyatakan hilang sebanyak 41 orang. Di Sumatera Barat, korban meninggal dunia dilaporkan sebanyak 21 orang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, bencana banjir dan longsor yang kepung beberapa wilayah di Sumatera dipicu oleh kemunculan Siklon Tropis Senyar yang terbentuk dari Bibit Siklon 95B di Selat Malaka, bagian timur Aceh, pada Rabu (26/11). 



Kemunculannya menyebabkan hujan lebat di sebagian wilayah Aceh hingga Sumatera Utara, dan berdampak hujan sedang hingga lebat pada kawasan Sumatera Barat dan Kepulauan Riau. 

“Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum di wilayah perairan Selat Malaka, apalagi jika sampai melintasi daratan,” jelas Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, dikutip dari Kompas.

Di sisi lain, pakar geospasial ITB, Dr Heri Andreas menilai, faktor lain yang memicu bencana banjir bandang ini adalah kerusakan lingkungan, perubahan tutupan lahan, dan menurunnya kapasitas tampung wilayah. 

Ia menyebut, kawasan dengan vegetasi alami seperti hutan dan rawa yang memiliki serapan air jauh lebih tinggi, justru berubah menjadi pemukiman atau perkebunan. 

"Ketika kawasan penahan air alami hilang, wilayah tersebut kehilangan kemampuan menahan limpasan. Akibatnya, hujan yang turun langsung mengalir cepat ke sungai dan memicu banjir," ujar Heri.

"Peta bahaya dan risiko banjir yang kita miliki saat ini belum optimal, karena masih terbatas oleh data geospasial yang akurat dan pemodelan yang komprehensif," tutupnya.