Automotive

Subsidi Motor Listrik Turun Jadi Rp5 Juta, Yakin Banyak Peminatnya?

Brian Priambudi
Subsidi Motor Listrik Turun Jadi Rp5 Juta, Yakin Banyak Peminatnya?

Uzone.id - Pemerintah akan mengeluarkan subsidi untuk motor listrik dengan besaran Rp5 juta per unit. Angka itu lebih kecil dari subsidi motor listrik yang diberikan pada tahun 2024, mencapai Rp7 juta.

Ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kebijakan disiapkan sebagai langkah strategis untuk memicu pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya kuartal III dan IV tahun 2026.

"Motor listrik juga sama. 100.000 pertama kita kasih, berapa subsidi ya? Rp5 juta. Kalau habis kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita.

Pada tahun 2023, dengan subsidi Rp7 juta dan target penyerapan hingga 200.000 unit. Dengan nominal yang lebih besar saja, kenyataannya sulit untuk mencapai kuota yang ditetapkan.



Kemudian di 2024, subsidi motor listrik masih berlanjut namun kuotanya dikurangi hanya menjadi 50.000 unit saja.

Apalagi di tahun 2026 ini, subsidi berlanjut dengan nominal yang lebih kecil yakni Rp5 juta dengan kuota 100.000 unit. Yakin bisa tercapai?

Dari data Kementerian Perhubungan (kemenhub) melalui Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) mencatat pada tahun 2024, penjualan motor listrik mencapai 77.078 unit.





Angka ini menjadi penjualan motor listrik paling tinggi di Indonesia hingga saat ini, karena di tahun 2025 yang tanpa subsidi sama sekali penjualannya turun jadi 55.059 unit.

Meskipun mengalami penurunan karena tidak ada subsidi dari pemerintah, namun terlihat masih ada minat masyarakat terhadap motor listrik.

Namun banyak produsen motor listrik yang mensiasati harga agar lebih ramah di kantong konsumen, seperti diskon besar-besaran, hingga sistem sewa baterai yang membuat harga OTR tidak tinggi.



Jika merujuk data SRUT dari Kemenhub, tren motor listrik masih bisa bertumbuh meskipun besaran subsidi dari pemerintah mengecil hingga hanya Rp5 juta per unit.

Mengingat di tahun 2025 yang tanpa subsidi bisa menyentuh penjualan di atas 50 ribu unit dan mencapai angka tertingginya di 77 ribu unit pada 2024 pada saat ada subsidi dari pemerintah.

Diyakini subsidi dapat mendorong konsumen untuk lebih cepat beralih dari motor bensin ke motor listrik yang ramah lingkungan.