Automotive

Subsidi Motor Listrik Muncul Lagi, Beneran Turun atau Cuma PHP?

Brian Priambudi
Subsidi Motor Listrik Muncul Lagi, Beneran Turun atau Cuma PHP?

Uzone.id - Pemerintah lagi-lagi berencana untuk mengadakan program subsidi motor listrik di tahun 2026 ini. Kira-kira beneran turun atau cuma PHP lagi ya?

Kali ini kabar mengenai subsidi motor listrik datang dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Pria yang memegang kas negara itu sudah memberikan lampu hijau untuk program subsidi motor listrik.

Sehingga bisa dipastikan program subsidi motor listrik berlanjut lagi tahun ini. Soal nominalnya, Purbaya mengaku tidak sebesar yang diberikan pada dua tahun lalu.

"Tahun ini. Ya nggak semuanya, bertahap lah. Subsidi mungkin Rp 5 juta per motor, Rp 5 juta atau lebih kita lihat, nggak tahu. Ini kan masih awal nih," kata Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, dikutip Uzone.id dari Detik.



Purbaya juga menegaskan kalau pemberiannya akan dilakukan bertahap dan nggak semua orang bisa dapat. Sebelum resmi diumumkan, kebijakan ini wajib dimatangkan dulu bareng Menteri Perindustrian dan Menko Perekonomian.

"Nanti berapa jumlah motor yang disubsidi masih dipertimbangkan. Tapi yang jelas saya masih diskusi dulu dengan Menteri Perindustrian, Menko, dan kami laporkan lagi ke Presiden sesuai dengan petunjuk pada waktu itu," katanya.





Nggak cuma subsidi motor baru, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga buka peluang buat program subsidi konversi motor bensin jadi listrik.

Biaya konversi memang sudah makin terjangkau sekarang, tapi pemerintah tetap mau hadir buat meringankan beban masyarakat.

"Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar Rp 5-6 juta, jadi ke sini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.



Ketika ditanya soal bentuknya, Bahlil bilang ada kemungkinan akan serupa dengan subsidi konversi sebelumnya.

Namun, bentuk pastinya masih dikaji oleh pemerintah, khususnya Satuan Tugas khusus transisi energi yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto.

"Semacam begitu, tapi nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga rencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi," kata Bahlil.