Gadget

Strategi Asus di 2026: Dominasi Pasar hingga Potensi Kenaikan Harga

Vina Insyani
Strategi Asus di 2026: Dominasi Pasar hingga Potensi Kenaikan Harga

Uzone.idMenjelang pergantian tahun 2025, Asus Indonesia membagikan berbagai pencapaian mereka selama satu tahun terakhir serta membocorkan apa saja yang akan mereka lakukan di tahun 2026 nanti.

Dalam acara Media Gathering bersama Asus, Selasa, (31/12), Aldy Ramadiansyah, Head of Commercial Product Marketing Asus Indonesia mengungkap bahwa tahun ini Asus Business telah mencatat pertumbuhan yang positif.

Di kategori Commercial PC Brand, Asus mencatat market share sebesar 11 persen, naik cukup signifikan dari tahun 2024 yang hanya 5 persen.



“Tahun sebelumnya kita cuma 5 persen, tapi di 2025 ini kita naik di 11 persen,” katanya kepada awak media.

Dengan kenaikan tersebut, kini Asus berada di posisi ketiga untuk kategori PC Komersial di Indonesia setelah Lenovo dan Dell. 

Menghadapi tahun 2026 nanti, Asus tentunya akan menyiapkan berbagai strategi termasuk menargetkan peningkatan di pangsa pasar serta persiapan menghadapi potensi kelangkaan RAM yang berimbas pada harga perangkat nantinya.


“Di tahun 2026 nanti, targetnya adalah dari market share pengennya sih 2 kali lipat gitu dari tahun 2025. Jadi target kita di 2026 market share-nya sudah mencapai 18 persen. Itu di 2026,” tambahnya.

Dengan pertumbuhan yang semakin masif, Asus menargetkan posisi kesatu dalam hal market share dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami berencana untuk menjadi nomor 1 dalam 3 tahun di kategori Commercial PC,” ungkapnya.

Berlanjut ke produk yang akan dirilis, Asus mempersiapkan rangkaian laptop dan PC komersial mereka untuk mewarnai tahun 2026 ini.




“Di 2026 akan sangat seru, lebih banyak kegiatan dari ASUS Business, yang seru akan ada launching produk flagship dari ASUS Business di kuartal kedua,” jelas Aldy.

Dengan target penjualan unit hingga 350 ribu laptop Expert Series di tahun 2026, Asus akan berfokus pada beberapa bisnis, seperti FSI (financial services industry), manufaktur, dan government.

Selain itu, tahun 2026 juga dihadapkan dengan tantangan lain yaitu kenaikan harga perangkat karena RAM yang berpotensi langka dan semakin mahal.

Asus pun tidak menyangkal dan mengungkap bahwa hal ini akan ikut mempengaruhi harga perangkatnya di tahun depan.

“Pasti akan naik, kalau (perangkat) consumer mungkin akan naik. Karena mereka udah gak bisa subsidi silang. Tapi saya gak tahu sih berapa persen kenaikannya,” kata Aldy.

Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih terus melakukan persiapan dan sedang menunggu arahan dari pusat terkait harga tersebut.

“Kita masih menunggu konfirmasi resmi dari HQ, namun intinya kita berkomitmen untuk menghadirkan produk terbaik sesuai kebutuhan konsumen,” ujar Aldy.