Automotive

Stok BBM Cuma 20 Hari Bikin Panik, Prabowo Mau Bikin Storage BBM Baru

Bagja Pratama
Stok BBM Cuma 20 Hari Bikin Panik, Prabowo Mau Bikin Storage BBM Baru

Uzone.id - Berawal dari pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional hanya cukup untuk 20 hari ke depan, wacana mengenai storage BBM baru pun mencuat.

Saat ini dalam kondisi yang aman dan bahkan telah melampaui batas minimum cadangan yang ditetapkan secara nasional.




Dalam keterangannya kepada media, Rabu (4/3), Bahlil menjelaskan bahwa kapasitas penyimpanan BBM Indonesia selama ini hanya mampu menampung maksimal sekitar 25 hari. 

Standar minimal cadangan nasional lazimnya berada di kisaran 20 hingga 23 hari. Saat ini, cadangan BBM nasional telah mencapai 23 hari, yang berarti sudah melebihi standar minimal.

Meskipun dalam posisi aman, Bahlil mengakui bahwa keterbatasan daya tampung penyimpanan merupakan kendala utama yang harus segera diatasi. 

Oleh karena itu, Presiden Prabowo telah memberikan arahan tegas kepada pemerintah untuk segera membangun fasilitas penyimpanan BBM yang baru.

"Kita tidak bisa hanya berangan-angan untuk memiliki stok hingga 60 hari jika tidak ada tempat untuk menyimpannya. Kita kekurangan storage (fasilitas penyimpanan). Itulah mengapa Bapak Presiden mengarahkan agar kita segera membangun fasilitas penyimpanan baru," jelas Bahlil dikutip dari situs Setkab.go.id.

Pembangunan fasilitas baru ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan cadangan energi nasional secara signifikan, dengan target mencapai ketahanan hingga tiga bulan. 

Mengenai lokasi pembangunannya, pemerintah tengah menggodok beberapa opsi, dengan salah satu alternatif utamanya berada di wilayah Sumatra.

Terkait dengan potensi gangguan pasokan energi akibat konflik global, Bahlil memastikan bahwa hingga saat ini pasokan energi nasional masih terjamin keamanannya. 

Beliau memproyeksikan, meskipun konflik berlangsung lama, pasokan akan tetap aman setidaknya untuk 1-2 bulan ke depan.

Untuk memitigasi risiko di masa depan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk diversifikasi sumber impor minyak mentah. 




Bahlil menambahkan bahwa pasokan LPG relatif aman, dan untuk BBM yang diimpor, yang utama adalah bensin, yang dibeli dari kawasan Asia Tenggara, bukan dari Timur Tengah.

Langkah-langkah penguatan cadangan dan pembangunan infrastruktur penyimpanan ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi, sekaligus menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadan dan perayaan Hari Raya Idulfitri.