Spotify Sekarang Bisa Kirim DM ke Orang Lain, Faedahnya Apa?
Uzone.id — Akhir
tahun 2025 lalu, aplikasi musik Spotify mengumumkan kalau fitur Message sudah
resmi hadir di Indonesia. Dengan hadirnya fitur ini, Spotify gak lagi jadi
aplikasi streaming aja namun juga bisa jadi aplikasi chatting seperti WhatsApp
dan Telegram.
Dalam keterangan Spotify, fitur ini memudahkan pengguna
untuk berbagi rekomendasi musik maupun podcast dengan rekan atau keluarga di
manapun mereka berada.
“Pesan adalah cara cepat dan praktis untuk berbagi dan membicarakan apa yang sedang kalian dengarkan dengan orang-orang yang kalian sayangi,” kata Spotify.
Karena menjadi fitur pelengkap, Message ini tidak akan terlihat di halaman utama. Kalian akan menemukan fitur ini di Spotify versi aplikasi ketika kalian mengklik ikon profil lalu fitur Message berada di bagian paling bawah.
Untuk terhubung dengan teman kalian, kalian diminta untuk
mengundangnya menggunakan link, setelah mereka menerima undangan kalian, maka
kalian bisa dengan bebas mengirim pesan. Sementara untuk pengguna Spotify
Family, kalian akan langsung terhubung dengan sesama anggota tanpa harus
mengundangnya lebih dulu.
Fungsi pesan di Spotify ini disebut memiliki beberapa
kegunaan, meskipun ada pro dan kontra di dalamnya.
Jadi, bisa ngapain aja di DM Spotify dan buat apa?
Karena baru dirilis, fitur DM di Spotify ini belum bisa
digunakan untuk mengirim pesan foto maupun video, kalian hanya bisa mengirim
pesan teks, emoji dan juga lagu-lagu yang ada di Spotify.
Kalau soal fungsi, fitur DM di Spotify ini bisa jadi tempat
khusus untuk berbagi dan merekomendasikan lagu ke kerabat kalian agar tidak
tercampur di platform perpesanan lain.
Gak cuma itu saja, kalian bisa mengirim lagu, playlist
khusus hingga podcast yang menurut kalian seru secara lebih simple. Kalian gak
perlu ribet copy link atau screenshot karena bisa langsung dikirim dari satu
aplikasi.
Selain membahas soal lagu, kalian bisa juga menggunakan
fitur ini untuk sekedar bertanya kabar atau menanyakan kenapa sih teman kalian
mendengarkan lagu tertentu (ini bisa dilihat di menu Friend Activity).
Atau, kalian juga bisa “menyapa” dengan mengirim lagu yang mewakili suasana hati, nostalgia, atau perhatian.
Sayangnya, fitur Message di Spotify ini punya sisi lain yang
berisiko bikin pengguna lain terganggu. Apalagi, tidak semua pengguna ingin
Spotify berubah menjadi aplikasi chatting. Banyak yang justru menyukai Spotify
karena bebas notifikasi sosial.
Karena Spotify adalah platform streaming lagu, tentunya gak
banyak yang akan fokus dan sering menggunakan fitur Message ini jadi fitur
utama mereka. Jadi, potensi fitur ini untuk diabaikan dan dilupakan cukup
terbuka lebar.
Risiko lainnya adalah karena fitur ini hadir secara
tersembunyi, tak menutup kemungkinan bagi orang-orang untuk menggunakannya
sebagai sarana mereka untuk berkomunikasi secara diam-diam.
Tak hanya itu, risiko lainnya adalah penggunaan fitur pesan
untuk ‘merekomendasikan’ konten video atau podcast yang berisi obrolan soal
obat terlarang hingga pembahasan sensitif.
Bahasa-bahasa yang tidak pantas juga dikhawatirkan muncul
lewat fitur DM ini untuk pengguna muda. Meski begitu, Spotify sendiri menyebut
kalau mereka telah mengendalikannya dan membatasi fitur ini hanya untuk
pengguna di atas 16 tahun.
Soal keamanannya bagaimana?
Nah, ini yang menarik. Seperti yang disebutkan sebelumnya,
fitur Message ini hanya tersedia untuk pengguna di atas 16 tahun untuk
menghindari risiko yang membahayakan anak-anak.
Selain itu, Spotify menjelaskan bahwa fitur kirim pesan (DM)
mereka dibuat dengan keamanan dan privasi sebagai prioritas. Spotify menyebut
pesan dienkripsi “saat dikirim dan saat disimpan” dan belum menggunakan
enkripsi end-to-end seperti WhatsApp dan lainnya.
Ini artinya data dilindungi ketika dikirim dan ketika
disimpan di server Spotify. Meski pesan terenkripsi, Spotify tetap melakukan
pengawasan terbatas dengan menggunakan teknologi pendeteksi otomatis untuk
memindai pesan yang berpotensi melanggar hukum atau berbahaya, seperti
penipuan, pelecehan, atau konten-konten ilegal.
“Sesuai dengan praktik terbaik platform kami, Spotify akan
menggunakan teknologi deteksi proaktif untuk memindai pesan yang mengandung
konten ilegal dan berbahaya, dan moderator kami akan meninjau konten yang
dilaporkan,” kata Spotify.
Pendekatan dua arah ini diharapkan bisa membantu Spotify
untuk menyediakan lingkungan yang lebih aman sambil menghormati privasi
pengguna.