Automotive

Solar dan Listrik jadi Backbone Efisiensi BBM dan Nasib Mobil Hybrid

Bagja Pratama
Solar dan Listrik jadi Backbone Efisiensi BBM dan Nasib Mobil Hybrid

Uzone.id - Peta jalan industri otomotif di Tanah Air diprediksi akan berubah lagi. Kalau sepanjang tahun lalu mobil jenis hybrid berjaya karena solusi instan di masa transisi, kini nasibnya mulai menggelap.

Tidak jelasnya nasib mobil-mobil hybrid tahun ini dikuatkan dengan kondisi konflik Timur Tengah yang tak kunjung membaik, yang direspon Indonesia dengan strategi penguatan dua sumber energi untuk kendaraan, listrik dan diesel.



Ketimbang memperlama percepatan penyerapan mobil EV dengan menyuguhkan hybrid sebagai 'jembatan' peralihan sumber energi, pemerintah ingin Indonesia langsung ngebut menyambut era full elektrifikasi.

Presiden Prabowo sendiri yang langsung mengatakannya. Dirinya ingin semua kendaraan di Indonesia full listrik, dan hanya 'orang kaya' saja yang masih menggunakan BBM dan mengikuti harga dunia.

Penerapan full elektrifikasi di segmen mobil penumpang memang sebuah rencana yang ambisius dari pemerintah agar Indonesia benar-benar tidak bergantung pada BBM.

Dengan rencana ini, Prabowo meyakini jika masih ada yang memiliki kendaraan berbahan bakar konvensional, maka harus rela mengikuti flutuasi harga minyak dunia.

"Semua motor kita akan kita konvesi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lo pakai bensin lo bayar aja harga dunia, mau USD 200, yang lain kita sudah bikin simulasi ternyata naik motor, kalau dia pakai listrik pengeluarannya tinggal 20 persen, seperlima, jadi ini, this is our game changer," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Sejurus dengan rencana tersebut, selain full listrik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan uji jalan (road test) B50 pada berbagai kendaraan diesel, seperti truk dan bus, dengan jarak tempuh lebih dari 20.000 kilometer. 

Hasil awal menunjukkan campuran 50 persen biodiesel ke solar mampu memberikan performa yang lebih baik pada kendaraan. 

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM, Harris Yahya, mengatakan bahwa penerapan mandatori B50 berpotensi dilakukan dalam waktu dekat, meski tetap mempertimbangkan kesiapan pasokan bahan baku. 

Sebagai catatan, pemanfaatan biodiesel berbasis minyak sawit atau crude palm oil (CPO) untuk campuran solar dalam program B40 hingga akhir 2025 telah mencapai 14,2 juta kiloliter. 

jadi, dengan gaya adaptif, pemerintah mencoba menjadikan dua sumber energi kendaraan, solar nabati dan listrik bakal jadi fokus di sepanjang tahun ini.

Nasib Mobil Hybrid Ditengah Krisis Energi

Mobil-mobil berjenis hybrid, setidaknya dalam 2 tahun terakhir naik daun di Indonesia dan menjadi alternatif dari EV yang masih sulit diharapkan ekosistemnya, terutama fasilitas pengecasan.

Karenanya, hybrid jadi solusi karena menawarkan sensasi mobil EV dengan ekosistem yang digabung dengan elektrifikasi, alias bisa mengandalkan listrik juga sebagai sumber penggerak.

Namun rencana pemerintah untuk mempercepat full EV bisa membuat mobil-mobil hybrid kembali layu sebelum berkembang. Karena selain sudah tidak jadi fokus pemerintah, juga keunggulan dua sumber penggerak tersebut jadi kurang berguna.

Sebelumnya, mobil hybrid jadi solusi karena kalau SPKLU penuh, bisa mengisi BBM di SPBU yang memang sudah menjamur ketersediaannya di Indonesia.

Tapi di tengah krisis BBM saat ini, mskipun seirit-iritnya konsumsi BBM mobil hybrid, toh tetap harus mengisi BBM--yang sialnya mulai langka di tatanan global.

Sementara teknologi mobil hybrid saat ini, belum ada yang sepenuhnya bisa mengandalkan full EV jika BBM tidak tersedia. 



Secanggih apapun teknologi mobil hybrid saat ini, seperti Plug-in Hybrid (PHEV) sekalipun, paling jauh hanya bisa berjalan sekitar 100 km sekali mengisi penuh baterai, sisanya masih mengandalkan bensin.

Dengan kondisi saat ini, haruskah sejumlah pabrikan yang sebelumnya getol menghadirkan mobil hybrid di Indonesia akan mengubah haluannya dan mulai kembali fokus ke EV?

Kalau kalian orang kaya seperti kata Presiden, ya mungkin santai saja, semahal-mahal harga BBM, tetap dianggap receh. Namun untuk khalayak ramai, tentu saja mobil full EV dan mungkin diesel bisa menjadi alternatif baru.