Smart City Road Safety Bandung Bakal Terhubung ke ETLE
Uzone.id - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengunjungi Smart City Road Safety di Polrestabes, Bandung. Di sini Kakorlantas ingin mengintegrasikan Smart City Road Safety dengan ETLE.
Smart City Road Safety ini memang mendapatkan atensi langsung dari Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo. Menurutnya dengan konsep ini bisa mewujudkan kota cerdas yang diintegrasikan tata kelola digital secara terpadu.
“Hari ini saya dengan Pak Dirkamsel, dengan Kapolrestabes meninjau Smart City yang ada di Kota Bandung. Smart itu adalah cerdas, jadi kota cerdas tata kelola digital secara integrasi yang dirumuskan di Bandung yang saat ini tepatnya di Polrestabes, tentunya ini bagian dari pada atensi bapak Kapolri untuk merevitalisasi transformasi digital,” ujar Kakorlantas dikutip dari situs Korlantas Polri.
Menurug Agus, Smart City memiliki banyak fungsi dalam mengatur lalu lintas, terutama mengelola dan mengendalikan Hak, Kewajibam, Tugas, dan Tanggung Jawab Kepolisidan dalam menjaga Ketertiban dan Keamanan Masyarakat (harkamtibmas) dan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
“Teknologi Smart City policing ini tetap akan kita update, jadi parameter-parameter dalam kota tentang Kamseltibcarlantas, parameter-parameter jumlah kendaraan yang normal di Kota Bandung pada saat weekend dan sebagainya, ini bisa di-monitoring, termasuk juga peristiwa-peristiwa yang terjadi di Kota Bandung ini bisa di-monitoring di Smart City tentunya nanti akan integrasi dengan Pemda, pemadam kebakaran, dan Kementerian Perhubungan,” tambah Kakorlantas.
Bahkan Smart City di Polretabes Bandung sudah terintegrasi dengan 110, di mana nantinya bisa mendeteksi laporan langsung serta mengetahui lokasi dengan cepat lewat CCTV yang juga terintegrasi.
“Saat ini Smart City integrasi dengan 110, sehingga begitu ada laporan, jadi bisa dilihat dari CCTV. Ini bagus sekali, hampir sekitar 200 kamera yang bisa terintegrasi di Smart City,” jelasnya.
Harapannya, sistem Smart City juga bisa terintegrasi dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sehingga bisa menangkap pelaku pelanggaran lalu lintas.
“Saya juga berharap Smart City nanti bisa terintegrasi dengan ETLE. Sehingga 200 kamera yang bisa monitoring di kota ini, nanti bisa meng-capture pelanggaran lalu lintas. Oleh sebab itu, saya sebagai Kakorlantas Polri, kebijakan kami adalah penegakan hukum itu 95% menggunakan ETLE. 5% baru menggunakan manual atau tilang manual,” tambahnya.