Sisi Cantik San Francisco dari Bidikan Samsung Galaxy S26 Ultra
San Francisco, Amerika Serikat, Uzone.id - Berkesempatan mencoba langsung Samsung Galaxy S26 Ultra usai gelaran Galaxy Unpacked 2026, tak cuma kami manfaatkan buat menguji performanya saja, tapi juga kemampuan kamera smartphone ini.
Harus diakui, mungkin beberapa dari kalian juga ‘skeptis’ dengan kemampuan kamera Samsung Galaxy S26 Ultra. Bagaimana tidak, Samsung menggunakan konfigurasi yang sama dengan tahun lalu untuk ponsel canggih terbarunya.
Samsung Galaxy S26 Ultra bawa kamera utama 200 MP dengan OIS, meski bukaan lensanya diperlebar menjadi f/1.4 dari f/1.7. Kemudian ada kamera periscope telephoto 50 MP dengan OIS dan kemampuan 5x optical-zoom dan 10x hybrid-zoom, dimana bukaan lensanya pun jadi lebih lebar ke f/2.9.
Lalu, kamera telephoto 3x optical-zoom ponsel ini tetal di 10 MP dengan OIS, serta kamera ultrawide yang masih 12 MP.
Nah, mumpung di San Francisco, kami pun tak mau melewatkan kesempatan buat menguji kemampuan kamera Samsung Galaxy S26 Ultra ini. Jadi, berikut ulasan lengkap kameranya.
Ultrawide
Meski di atas kertas resolusinya masih sama saja, nyatanya lensa ultrawide ini jadi senjata paling asyik buat mengeksplorasi kota San Francisco yang unik.
Lagian, kamera ultrawide dari smartphone flagship Samsung, buat kami belum ada lawannya. Bidang pandang luas yang disajikan kamera ini, membuat kami leluasa menangkap landscape tanpa harus repot cari posisi mundur.
Kami jajal kemampuan kamera ini untuk memotret cityscape San Francisco dari atas bukit Twin Peaks, hingga memotret jembatan Golden Gate yang ikonik langsung dari bibir pantai. Semuanya sukses masuk ke dalam satu frame yang tersaji secara proporsional.
Dan bicara soal kualitas jepretannya, kebolehan kamera ultrawide khas smartphone flagship Samsung langsung terasa.
Dynamic range-nya jempolan. Perhatikan saja foto pemandangan jembatan Golden Gate dan area kota dari ketinggian, dimana tekstur awan di langit yang cukup terang tetap tertangkap dengan detail.
Di saat bersamaan, area bayangan seperti tumpukan bebatuan berlumut di pinggir pantai atau rimbunnya semak di bukit tidak menjadi under-exposed atau menjadi gelap.
Warna yang dihasilkan kamera ini juga terasa lebih natural, apa adanya, seperti apa yang kami lihat saat itu juga.
Dan, satu ‘penyakit’ kamera ultrawide yang biasanya terjadi distorsi atau efek melengkung di bagian tepi foto, tak terjadi pada foto ultrawide yang kami ambil dengan Samsung Galaxy S26 Ultra.
Kamera utama (1x dan 2x)
Kamera utama Samsung Galaxy S26 Ultra kasih gambar yang memanjakan mata. Saat iseng memotret jalanan batu dengan tulisan penanda berwarna kuning, tepat di bawah terik matahari dan bayangan, kameranya berhasil menciptakan kontras yang tegas.
Tekstur aspal yang terkena shadow tetap terjaga dengan baik, begitu juga dengan warna kuning serta sepatu putih yang ikut kami potret.
Pun demikian saat kami memotret padatnya pemandangan kota San Francisco dati Twin Peaks. Warnanya terlihat natural, ditambah gradasi langit sore yang terlihat akurat dan tidak over-processed.
Perbedaan pada kamera utama Samsung Galaxy S26 Ultra adalah bukaan lensa f/1.4 yang lebih sensitif terhadap cahaya. Hal ini terbukti saat kami mampir ke galeri SF MoMA (San Francisco Museum of Modern Art) yang hasilnya bikin kami takjub.
Kebetulan, kondisi pencahayaan di dalam museum tidak terlalu terang, cenderung warm karena mengandalkan lampu sorot ke atas karya seni. Tapi hasilnya, tetap bagus dengan keseimbangan warna yang patut diacungi jempol.
Bagaimana bila memperbesar gambar ke 2x? Berkat resolusi yang besar, pada perbesaran 2x sekalipun, hasilnya tetap sangat tajam dan jauh dari kata pecah.
Kualitas gambarnya kurang lebih sama seperti perbesaran standar pada 1x. Warnanya konsisten, detailnya pun tajam, serta dynamic range yang tetap jempolan.
Kamera telephoto (3x)
Ini yang bikin banyak yang kecewa, kenapa Samsung masih mempertahankan kamera telephoto 10 MP untuk 3x optical-zoom. Samsung memang beralasan, komposisi kameranya sudah sangat ideal, mereka pun memaksimalkan pemrosesan di latar belakangnya untuk meningkatkan kualitas gambar.
Dan memang, hasilnya tak usah diragukan lagi. Buat kami, focal length 3x justru jadi sweet spot alias jarak yang lumayan ideal buat mengambil foto portrait atau sekadar candid di jalanan San Francisco.
Saat kami memotret foto candid seorang turis di balik jendela trem, atau saat memotret foto portrait dengan jalanan menurun khas San Francisco, latar belakangnya dibuat seakan lebih padat dengan efek dramatis yang tetap natural.
Soal akurasi warna dan dynamic range pun, lensa 3x ini terbukti mampu mengimbangi karakter kamera utamanya. Waktu kami pakai buat nge-zoom struktur bianglala atau memotret jembatan Golden Gate dari jarak yang agak nanggung, gradasi warna langitnya tetap terlihat, sementara struktur besi jembatan atau detail kabin bianglala sama sekali nggak kehilangan ketajamannya.
Periscope telephoto (5x)
Efek nyata bukaan lensa yang lebih lebar jadi f/2.9 membuat cahaya yang diserap oleh sensor jauh lebih banyak. Alhasil, jepretan dari jarak jauh terasa lebih ‘matang’, padat, dan terhindar dari noise.
Saat memotret jembatan Golden Gate, lensa 5x ini berhasil membuat objek utama terasa sangat dekat, tentu dengan tekstur megahnya. Detail baja berwarna kemerahan, garis-garis kabel suspensi, sampai deretan mobil yang melintas di atasnya, terekam dengan sangat baik.
Digunakan pada mode portrait pun sudah sangat cocok. Mode ini menghasilkan efek bokeh yang smooth, pun demikian pada skin tone yang dibuat natural. Efek buram dan titik fokus di depan juga terpisah secara apik oleh sistem pencitraan Samsung yang kian matang.
Periscope telephoto (10x)
Walau sudah hybrid-zoom, ketajamannya tetap oke kok dan jauh dari kesan ‘lukisan cat air’. Lagi-lagi terbukti saat kami memotret lalu lintas jembatan Golden Gate, detail mobil-mobil yang melintas, struktur jembatan, bahkan rambu ‘Speed Limit 45’, tetap terekam dengan baik.
Hal serupa juga terlihat waktu kami memotret jalanan menurun San Francisco dengan trem kabel di tengahnya. Bangunan bertingkat di latar belakang kelihatan bertumpuk padat dan rapat.
Dan berkat adanya OIS, memotret dengan zoom yang jauh seperti ini pun tetap stabil. Seperti saat kami membidik detail kabin bianglala di sekitaran Fisherman's Wharf, sampai iseng memotret burung camar yang terbang cepat melintasi perairan.
Harga Samsung Galaxy S26 Series
Samsung Galaxy S26 Series sudah bisa dipesan secara pre-order di Indonesia. Berikut harga resmi Samsung Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra:
Samsung Galaxy S26 Ultra
- 12/256 GB: Rp24.499.000
- 12/512 GB: Rp27.499.000
- 16 GB/1 TB: Rp31.999.999
Samsung Galaxy S26+
- 12/256 GB: Rp19.499.000
- 12/512 GB: Rp22.499.000
Samsung Galaxy S26
- 12/256 GB: Rp16.499.000
- 12/512 GB: Rp19.499.000
Samsung langsung membuka sesi pre-order mulai 26 Februari pukul 01.00 WIB hingga 17 Maret 2026 mendatang, tepatnya pukul 23.59 WIB.
Bagi yang tertarik melakukan pre-order Samsung Galaxy S26 dan Galaxy S26+ di Indonesia, bisa klik link ini. Sementara untuk pre-order Samsung Galaxy S26 Ultra dapat diakses di link ini.
Selama masa pemesanan awal, Samsung menawarkan deretan promo dengan total mencapai Rp7,5 juta. Benefit tersebut mencakup peningkatan kapasitas memori secara gratis senilai hingga Rp4,5 juta, diskon tambahan dari bank mitra hingga Rp2 juta, serta nilai tambah tukar tambah perangkat lama hingga Rp1 juta.
Pembeli juga akan diganjar poin Samsung Rewards lima kali lipat. Spesial bagi konsumen yang sudah melakukan registrasi minat sebelumnya, Samsung akan memberikan tambahan voucher aksesoris sebesar Rp500 ribu dan sebuah kotak kejutan berisi hadiah menarik.





