Shopee hingga TikTok Shop Kompak Naikkan Biaya Layanan Per Mei 2026
Uzone.id — Platform e-commerce
Shopee, Tokopedia dan TikTok Shop kompak akan segera menaikkan biaya layanan
mereka mulai Mei 2026 mendatang.
Kenaikan biaya di masing-masing platform ini akan dibebankan
ke pedagang yang ada di platform mereka dengan tujuan masing-masing.
Shopee misalnya, platform ini akan menerapkan kebijakan baru pada
seller yang mengikuti program Gratis Ongkir Ekstra mulai 2 Mei 2026 nanti.
“Mulai 2 Mei 2026, Shopee akan menyesuaikan biaya layanan gratis ongkir XTRA untuk produk ukuran biasa dan ukuran khusus,” kata Shopee dalam situs resminya.
Sebelumnya, Shopee menerapkan sistem tarif tunggal tapi
dengan kebijakan ini, Shopee membagi produk menjadi dua kategori, yaitu produk
ukuran biasa dan produk ukuran khusus, yang menjadi dasar penentuan biaya
layanan terbaru.
Produk ukuran biasa adalah barang memiliki ukuran dan
dimensi tidak besar dan tidak berat, dengan kriteria berat di bawah 5 kg,
dimensi panjang, lebar, dan tinggi masing-masing di bawah 60 cm, serta volume
tidak lebih dari 20 ribu cm³.
Sedangkan ukuran khusus memiliki berat di atas 5 kg, panjang
lebar dan tinggi lebih dari 60 cm dan dimensi di atas atau sama dengan 20 ribu
cm³.
Akan tetapi, perlu diketahui kembali kalau program gratis ongkir XTRA sendiri adalah program opsional untuk memberikan kesempatan penjual menawarkan promosi bebas ongkir ke pembeli.
Penjual yang memenuhi kriteria bisa mengajukan pendaftaran program gratis
ongkir ini.
Kenaikan biaya layanan program gratis ongkir XTRA sendiri
bervariasi tergantung kategori barang.
Misalnya, untuk fashion dan kategori logam mulia atau
perhiasan berharga, biaya layanan naik dari 1,5 persen menjadi 2 persen dengan
maksimal Rp 40 ribu per produk ukuran biasa.
Kemudian untuk ukuran khusus naik menjadi 3,5 persen dengan
maksimal Rp 60 ribu per produk ukuran khusus.
Untuk kategori tambahan di fashion, naik dari 5,5 persen menjadi 7,5 persen per produk ukuran biasa dan 9 persen per produk ukuran khusus. Rincian besaran biaya per kategori produk dapat dilihat di laman resmi Shopee.
Namun, sejalan kebijakan barunya, Shopee juga menghadirkan benefit baru, diantaranya:
1. Pada Program Sukses UMKM BARU penjual mendapatkan keuntungan bebas biaya layanan dari sebelumnya 500 pesanan menjadi 1000 pesanan pertama / 12 bulan.
2. Ongkos kirim lebih rendah sampai dengan 80% untuk produk ukuran khusus
3. Promosi biaya layanan gratis ongkir xtra untuk pengguna iklan.
“Mulai 1 Mei 2026 pukul 10.00, biaya layanan logistik akan
dikenakan ke semua pesanan baru,” kata Tokopedia dalam situsnya.
Biaya ini akan dikenakan ke penjual di platform oleh penyedia logistik yang berkaitan dengan proses pesanan, koordinasi dan juga pengiriman. Untuk besarannya, biaya akan dihitung berdasarkan persentase dari ongkos kirim yang dibayar pembeli di setiap pesanan.
Pemungutan akan bervariasi berdasarkan pengiriman, tujuan dan
berat paket yang dikirim. Biaya tambahan ini juga hanya akan dibebankan ke
penjual dan tidak akan dirasakan oleh pembeli.
“Biaya ini ditanggung di sisi penjual dan tidak akan
ditampilkan kepada pembeli saat checkout,” tambahnya.
Biaya logistik akan diterapkan ke seller
dengan kisaran kurang dari Rp5.055 per pesanan di TikTok Shop dan Rp10.110 per pesanan
sebelum pajak di Tokopedia.
Dengan adanya kenaikan layanan di masing-masing platform ini
turut menimbulkan keresahan untuk para seller maupun pembeli, pasalnya hal ini
bisa saja berdampak pada harga jual produk di masing-masing platform nantinya.