Server Cloud AWS di Bahrain Rusak Dihantam Rudal Iran
Uzone.id - Fasilitas server cloud milik Amazon Web Services (AWS) di Bahrain dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran pada Rabu (1/4).
Berdasarkan laporan Financial Times, Kementerian Dalam Negeri Bahrain langsung menerjunkan tim untuk memadamkan kebakaran di lokasi fasilitas perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut.
Meski begitu, otoritas setempat belum membeberkan detail nama perusahaan, apakah ada korban atau tidak, maupun total kerugian dari kerusakan yang terjadi. Kuat dugaan, fasilitas yang diserang tersebut adalah milik Amazon.
Hingga saat ini, pihak Amazon masih bungkam dan belum merilis pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Seperti dikutip dari Reuters, serangan ini terjadi hanya sehari setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan akan menargetkan sejumlah perusahaan teknologi besar AS yang beroperasi di Timur Tengah.
Melalui media militer Sepah News, IRGC menuding ada sedikitnya 18 perusahaan yang diduga ikut membantu militer AS dalam melacak target di tengah konflik.
Nama-nama besar seperti Apple, Microsoft, Google, Meta, Nvidia, Tesla, hingga Intel masuk dalam radar ancaman mereka. Tapi, dari belasan nama yang dirilis IRGC, Amazon justru tidak masuk dalam daftar incaran.
Selain itu, IRGC juga mencantumkan G42 sebagai satu-satunya entitas non-AS dalam daftar tersebut. G42 adalah konsorsium kecerdasan buatan (AI) asal Uni Emirat Arab sebagai target operasi mereka.
Sebelum serangan benar-benar diluncurkan, IRGC sudah memberikan peringatan keras. Mereka mendesak karyawan dari perusahaan-perusahaan yang masuk daftar untuk segera mengevakuasi diri dari tempat kerja.
Bahkan, warga yang berada dalam radius satu kilometer dari fasilitas terkait diminta cepat-cepat menyingkir ke lokasi yang lebih aman.
Bagi Amazon sendiri, ini bukan pertama kalinya operasional mereka kena imbas perang. Pada awal Maret lalu, serangan drone dari Iran juga dilaporkan merusak sejumlah pusat data AWS di Uni Emirat Arab dan Bahrain.
Bahkan pada pekan lalu, raksasa e-commerce ini bahkan sempat mengonfirmasi kalau layanan cloud AWS di Bahrain mengalami gangguan akibat eskalasi konflik.