Sering Kecelakaan, Green SM Turut Diinvestigasi Polisi
Uzone.id - Taksi listrik Green SM, yang identik dengan warna hijaunya, belakangan ini lagi jadi perbincangan hangat. Sayangnya, bukan karena prestasi, tapi karena sederet insiden kecelakaan yang menyeret namanya.
Enggak tanggung-tanggung, pihak kepolisian ikutan turun investigasi dan akan mengevaluasi taksi Green SM di Indonesia.
Kasus terbarunya yang paling bikin heboh terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Taksi Green SM ini diduga mengalami kendala teknis hingga berhenti persis di tengah rel.
Enggak lama, datanglah kereta commuter line yang langsung menghantamnya. Parahnya lagi, tabrakan awal ini bukan cuma bikin perjalanan kereta lain mandek, tapi juga memicu insiden susulan yang lebih besar.
Kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek ikut menabrak commuter line yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Dugaan kuatnya, insiden maut ini bikin sistem sinyal perkeretaapian di sana ikutan kacau.
Sekarang, kecelakaan ini sedang dipegang penuh oleh pihak kepolisian untuk diinvestigasi. Enggak main-main dalam proses penyelidikan.
Petugas kepolisian menggunakan metode canggih yang namanya Traffic Accident Analysis (TAA), termasuk bantuan perangkat drone, buat merekonstruksi kejadiannya secara super detail.
Kompol Sandhi Wiedyanoe, selaku Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, menegaskan kalau hasil rekaman TAA ini punya peran krusial.
"Itu merupakan alat bukti elektronik yang nantinya digunakan pada proses penyidikan kecelakaan lalu lintas lebih lanjut. Hasilnya juga akan disuguhkan kepada jaksa penuntut maupun hakim sebagai dasar dalam proses penuntutan dan keputusan hakim," ujar Sandhi dikutip dari situs resmi Korlantas Polri.
Sebenarnya taksi Green SM ini kerap menimbulkan banyak insiden dalam beberapa bulan belakangan ini. Catatan kami, terdapat tiga kecelakaan yang dilakukan Green SM melibatkan kereta api.
Korlantas juga menyoroti hal tersebut dan akan mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi Green SM di Indonesia.
"Tentu kami dari Korlantas, khususnya kerja sama antara Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) dan Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel), akan berkoordinasi untuk mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi hijau. Kami akan lakukan evaluasi terhadap perusahaan tersebut," pungkasnya.
Sampai saat ini, Green SM masih mengatakan insiden di Bekasi Timur masih dalam tahap investigasi. Akun Instagram resminya, mereka menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan otoritas terkait.
"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," tulis keterangan dari Green SM.
"Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," lanjut keterangan Green SM.